Dari USK untuk Sagoe: Aksi Mahasiswa KKN Membumikan Literasi

Mahasiswa aktif program studi Matematika, FMIPA, Universitas Syiah Kuala
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari della yusnita rahmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Sagoe, Trienggadeng, Pidie Jaya — Suasana berbeda tampak di SD Negeri 1 Trienggadeng dan SD Negeri 2 Trienggadeng. Tawa ceria anak-anak berpadu dengan semangat mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi. Dengan semangat pengabdian, mereka hadir untuk membumikan literasi, menjadikan kegiatan membaca dan menulis sebagai budaya yang menyenangkan dan membumi di kalangan siswa sekolah dasar.
Program KKN ini tidak hanya sekadar mengajar di kelas. Mahasiswa USK menghadirkan pendekatan yang personal, kreatif, dan menyentuh aspek emosional anak-anak. Salah satu kegiatan unggulan yang dilakukan adalah "Cerdas Mengulas Buku", sebuah sesi literasi yang mengajak siswa untuk membaca, memahami, dan menyampaikan kembali isi buku dengan cara mereka sendiri.

Dalam kegiatan Cerdas Mengulas Buku, siswa-siswi dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa KKN yang berperan sebagai kakak mentor. Para mahasiswa tidak sekadar mengarahkan jalannya diskusi, tetapi aktif membangun kepercayaan diri anak-anak, mendorong mereka untuk berani berbicara, serta mengajak mereka berpikir kritis terhadap isi buku. Pendekatan yang personal dan komunikatif ini membuat suasana kelompok menjadi lebih terbuka dan interaktif. Anak-anak pun merasa nyaman, tidak takut salah, dan lebih antusias dalam menyampaikan gagasan mereka.
Dalam rangkaian kegiatan "Cerdas Mengulas Buku", siswa-siswi mampu menyampaikan isi buku dengan jelas dan terstruktur, menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi bacaan. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan literasi, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan berbicara di depan umum..
Di tengah kegiatan, anak-anak juga diajak mencoba game edukatif matematika berbasis Unity yang dirancang oleh mahasiswa sendiri. Game ini berfokus pada operasi penjumlahan dan pengurangan dasar, dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Dengan tampilan visual yang menarik dan tantangan yang sesuai usia, anak-anak terlihat sangat antusias menyelesaikan setiap level sambil tetap belajar.
Kehadiran para mahasiswa disambut baik oleh guru dan masyarakat. Dari USK untuk Sagoe, Program KKN Tematik Literasi ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa sebagai agen perubahan. Mereka membuktikan bahwa ilmu bukan hanya untuk dikuasai, tetapi juga untuk dibagikan dan ditanamkan di lingkungan yang membutuhkan sentuhan edukatif dan semangat kolaborasi.
