SDM Bukan Sekadar Pelengkap dalam Perencanaan Bisnis

MAHASISWA UNIVERSITAS PAMULANG Laki-laki tak punya telapak kaki surga, Tapi punggungnya memikul neraka dunia.
ยทwaktu baca 5 menit
Tulisan dari TANTRINA ADE RAYANA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika sebuah organisasi menyusun perencanaan bisnis, perhatian biasanya lebih banyak diarahkan pada target, strategi pemasaran, keuangan, teknologi, dan keuntungan yang ingin dicapai. Namun, ada satu hal yang sebenarnya menjadi bagian penting dari semua rencana tersebut, yaitu sumber daya manusia. Sebuah perencanaan bisnis yang baik tidak akan berjalan maksimal apabila tidak dibarengi dengan perencanaan sumber daya manusia yang tepat. Bagaimanapun juga, manusia adalah pihak yang menjalankan berbagai strategi dan kegiatan yang telah direncanakan oleh organisasi.
Sumber daya manusia memiliki peran penting dalam membantu organisasi mencapai tujuannya. Setiap organisasi memiliki karakteristik, kebutuhan, serta kondisi yang berbeda sehingga kebutuhan sumber daya manusianya pun tidak selalu sama. Oleh karena itu, organisasi perlu menyesuaikan kebutuhan SDM dengan arah dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Dalam Modul Perencanaan Sumber Daya Manusia menjelaskan bahwa perencanaan SDM dan perencanaan bisnis perlu diintegrasikan agar berbagai kegiatan organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Hal tersebut sangat masuk akal. Kita tidak bisa hanya membuat strategi bisnis tanpa memikirkan siapa yang akan menjalankannya. Misalnya, ketika suatu perusahaan ingin mengembangkan produk baru, perusahaan tentu membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan sesuai dengan bidang tersebut. Begitu pula ketika perusahaan ingin meningkatkan pemasaran, memperluas kegiatan usaha, atau melakukan perubahan dalam sistem kerja. Semua keputusan tersebut akan berhubungan dengan kebutuhan sumber daya manusia.
Karena itu, perencanaan SDM seharusnya dilakukan bersamaan dengan perencanaan bisnis, bukan setelah rencana bisnis selesai dibuat. Organisasi perlu mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sekaligus kemampuan dan kompetensi yang harus dimiliki. Dalam modul dijelaskan bahwa strategi dan program bisnis perlu mempertimbangkan kuantitas, variasi, tingkat keterampilan, serta kompetensi sumber daya manusia.
Bagi saya, jumlah karyawan bukan satu-satunya ukuran bahwa organisasi sudah memiliki SDM yang cukup. Memiliki banyak karyawan belum tentu membuat pekerjaan menjadi efektif apabila kemampuan yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sebaliknya, jumlah tenaga kerja yang tidak terlalu banyak tetapi memiliki kompetensi yang sesuai dapat memberikan kontribusi yang lebih baik terhadap pencapaian tujuan organisasi. Oleh sebab itu, kualitas dan kesesuaian kompetensi SDM perlu menjadi perhatian dalam setiap perencanaan bisnis.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana organisasi memperlakukan sumber daya manusianya. Dalam materi dijelaskan bahwa pengelolaan SDM perlu memperhatikan perbedaan individu, memberikan kesempatan untuk berkembang, mendorong kolaborasi, serta membantu setiap individu mencapai kinerja terbaiknya. Pendekatan seperti ini penting karena karyawan bukan hanya bagian dari jumlah tenaga kerja, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan, karakter, pengalaman, dan potensi yang berbeda.
Organisasi yang ingin berkembang tentunya membutuhkan SDM yang juga berkembang. Jika karyawan diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan dirinya, organisasi akan memiliki sumber daya yang lebih siap menghadapi perubahan. Terlebih lagi, lingkungan bisnis dapat berubah karena berbagai kondisi ekonomi maupun faktor lainnya. Modul juga menjelaskan bahwa pengamatan terhadap lingkungan bisnis diperlukan untuk memprediksi bagaimana organisasi akan menjalankan kegiatan bisnisnya pada masa sekarang dan masa yang akan datang.
Opini saya, perubahan lingkungan bisnis inilah yang membuat perencanaan SDM tidak bisa dilakukan hanya sekali. Perusahaan perlu melakukan penyesuaian secara berkala. Kebutuhan tenaga kerja hari ini belum tentu sama dengan kebutuhan beberapa tahun ke depan. Perubahan strategi, perkembangan bisnis, maupun kondisi lingkungan dapat menyebabkan organisasi membutuhkan kompetensi baru.
Dalam kondisi seperti itu, audit SDM juga menjadi hal yang penting. Audit SDM dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan pemanfaatan sumber daya manusia yang dimiliki organisasi. Hasilnya dapat digunakan untuk mengatur kembali bagaimana SDM dimanfaatkan sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi. Langkah ini dapat membantu organisasi menghindari kondisi ketika seseorang ditempatkan pada pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau kompetensinya.
Perencanaan SDM juga berkaitan erat dengan pengambilan keputusan. Organisasi akan selalu menghadapi berbagai masalah yang membutuhkan keputusan. Dalam materi dijelaskan bahwa proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan menentukan masalah, mengumpulkan dan menganalisis data, mengenali berbagai alternatif, mengevaluasi alternatif, memilih solusi, melaksanakan keputusan, kemudian melihat apakah hasilnya sesuai dengan harapan.
Pendapat saya, proses tersebut menunjukkan bahwa keputusan mengenai SDM sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan perkiraan atau perasaan. Keputusan yang berkaitan dengan perekrutan, penempatan, pengembangan, maupun kebutuhan tenaga kerja perlu mempertimbangkan informasi yang tersedia. Dengan adanya data dan analisis yang tepat, organisasi dapat menentukan pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Pada akhirnya, pendapat bahwa sumber daya manusia tidak boleh dianggap sebagai pelengkap dalam perencanaan bisnis. SDM justru merupakan salah satu bagian penting yang menentukan apakah sebuah rencana dapat diwujudkan atau tidak. Strategi bisnis yang bagus tetap membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk menjalankannya. Bahkan, materi menyebutkan bahwa pencapaian SDM yang berkualitas dan berdaya saing yang telah direncanakan merupakan penentu utama kinerja bisnis organisasi atau perusahaan.
Oleh karena itu, organisasi perlu melihat perencanaan SDM dan perencanaan bisnis sebagai dua hal yang saling berhubungan. Ketika keduanya direncanakan secara terintegrasi, organisasi akan lebih mudah menentukan jumlah tenaga kerja, kompetensi yang dibutuhkan, penempatan, pengembangan, hingga evaluasi kinerja. Bagi saya, keberhasilan sebuah bisnis pada akhirnya bukan hanya ditentukan oleh seberapa baik rencana yang dibuat, tetapi juga oleh seberapa siap sumber daya manusia di dalam organisasi untuk mewujudkan rencana tersebut.
