Dari Kampus ke Sekolah: Jejak KKN MBKM Unri Lewat Pojok Baca CEMARA

mahasiswa universitas Riau
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Devani Ikhsan fadli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekanbaru, 18 Agustus 2025 – Mahasiswa KKN MBKM Unri melalui pojok baca hadir di SDN 116 Tangkerang Timur, Pekanbaru, sebagai upaya menjawab tantangan rendahnya minat baca di kalangan anak-anak di era gawai. Kondisi ini juga dirasakan di SDN 116, Jalan Singgalang 7, Kelurahan Tangkerang Timur, Pekanbaru. Banyak siswa lebih akrab dengan layar ponsel ketimbang halaman buku. Padahal, membaca adalah keterampilan dasar yang menjadi fondasi berpikir kritis dan membuka masa depan.
Untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di kalangan siswa, mahasiswa KKN MBKM Universitas Riau menghadirkan inovasi sederhana namun penuh arti, yakni Pojok Baca CEMARA. Program ini merupakan singkatan dari Cerdaskan Masa Depan dengan Rajin Membaca, berupa ruang baca yang didesain menarik di dalam kelas untuk menghidupkan kembali budaya membaca sejak dini.
Minat baca anak-anak Indonesia memang masih menjadi persoalan besar. Data Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 menempatkan Indonesia di peringkat 62 dari 70 negara dalam kategori membaca. Posisi tersebut menunjukkan betapa seriusnya masalah literasi yang dihadapi bangsa ini, termasuk di Pekanbaru.
Literasi sendiri bukan sekadar kemampuan mengeja kata atau membaca kalimat, melainkan juga kemampuan memahami isi bacaan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bahkan menyoroti bahwa sekitar 75 persen anak usia 15 tahun di Indonesia mampu membaca, tetapi tidak benar-benar memahami apa yang mereka baca. Fakta ini mempertegas pentingnya upaya menumbuhkan budaya literasi yang menyenangkan dan bermakna di sekolah dasar.
Pojok Baca CEMARA bukan sekadar rak berisi buku. Mahasiswa KKN bersama guru dan siswa menyulap pojok kelas menjadi tempat yang nyaman, penuh warna, dan mengundang rasa ingin tahu. Dinding dihiasi gambar pohon besar, poster edukasi, dan berbagai ornamen kreatif yang membuat suasana kelas terasa lebih hidup.
Perubahan itu langsung disambut gembira oleh para siswa. “Terima kasih ya kak, sudah hias kelas kami jadi secantik itu,” ungkap Viola Sakinah, siswi kelas 5A, sambil menunjukkan rasa bangganya pada pojok baca baru tersebut.
Tak hanya menata ruang, mahasiswa juga memperkaya rak buku yang sebelumnya didominasi buku pelajaran dengan koleksi beragam: cerita rakyat, dongeng, pengetahuan umum, hingga buku inspiratif. Koleksi ini diperoleh berkat kerja sama dengan Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau dan Perpustakaan Universitas Riau.
Sejak awal, program ini memang dirancang dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Guru, siswa, dan mahasiswa terlibat langsung dalam perencanaan, dekorasi, hingga kegiatan membaca bersama. Dukungan juga datang dari pihak perpustakaan daerah yang menyumbangkan puluhan buku. Berkat kolaborasi ini, siswa kini semakin dekat dengan buku dan mulai terbiasa membaca saat istirahat atau sebelum pelajaran dimulai.
Literasi Lewat Cara Seru
Untuk menumbuhkan semangat, mahasiswa KKN juga mengadakan Lomba Rangking 1 khusus siswa kelas 5 dan 6. Soal dari lomba ini diambil dari koleksi Pojok CEMARA.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar adu cepat menjawab, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana siswa memanfaatkan buku bacaan yang tersedia. Dengan format permainan, siswa diajak belajar sambil bersaing secara sehat, sehingga membaca tidak lagi terasa membosankan.
Hasilnya sangat positif. Siswa begitu antusias membaca buku sebagai persiapan. Mereka tidak lagi menganggap membaca sebagai kewajiban, tetapi bagian dari permainan yang menyenangkan.
Dampak Nyata di Sekolah
Keberadaan Pojok Baca CEMARA memberi dampak nyata. Siswa yang sebelumnya jarang menyentuh buku kini mulai menjadikannya teman sehari-hari. Guru pun merasakan suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif.
Meski sederhana, program ini menunjukkan bahwa literasi bisa tumbuh dari langkah kecil. Dengan dukungan sekolah, masyarakat, dan mahasiswa, pojok baca mampu menjadi jembatan perubahan pola pikir siswa tentang pentingnya membaca.
Pojok Baca CEMARA adalah wujud nyata kontribusi KKN MBKM Unri di Tangkerang Timur untuk mencerdaskan generasi muda. Ke depan, program ini bisa dikembangkan dengan menambah koleksi buku, membuat lebih banyak kegiatan kreatif, hingga melibatkan komunitas literasi.
Karena pada akhirnya, budaya membaca adalah fondasi untuk menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi masa depan.
