Konten dari Pengguna

Gejala Nomophobia Menghantui Gen Z? Simak Penjelasannya!

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dewi Ratna Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah tidak sih kalian tidak bisa tidur karena terus-menerus melihat smartphone kalian? Atau sering merasa gelisah kalau tidak melihat smartphone kalian padahal tidak ada notifikasi? Jangan-jangan kalian terkena nomophobia. Apa sih nomophobia itu? Nah, daripada kalian bertanya-tanya, kita simak saja penjelasan berikut ini.

https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-memegang-ponsel-cerdas-saat-duduk-di-bangku-fotografi-close-up-7423/
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-memegang-ponsel-cerdas-saat-duduk-di-bangku-fotografi-close-up-7423/

Perkembangan teknologi di dunia ini sangat pesat. Seiring berkembangnya zaman, perkembangan teknologi informasi dapat kita rasakan sekali. Salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang banyak kita pakai adalah telepon genggam. Telepon genggam ini sangat memudahkan kita untuk berinteraksi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung. Tetapi tentu dengan kemajuan teknologi yang pesat, telepon genggam memiliki berbagai macam fungsi atau yang sekarang bisa kita kenal smartphone.

Generasi z yang lahir setelah 1995 sampai 2010 adalah generasi yang tumbuh di era digital, di mana dunia sudah canggih dan digital. Karakteristik generasi z ini, mereka sangat mahir dalam teknologi informasi dan komunikasi. Mereka terbiasa mengaplikasikan berbagai aktivitas dalam satu waktu atau dapat disebut multitasking. Kemudahan dalam fitur smartphone ini, membuat orang menggunakannya secara berlebihan dan dapat mengakibatkan seseorang terkena nomophobia.

Apa itu Nomophobia?

Nomophobia adalah singkatan dari kata no mobile phone phobia. Nomophobia merupakan perasaan takut akibat berada di luar kontak ponsel dan fobia modern ini akibat dari efek samping interaksi antara manusia, dengan teknologi informasi dan komunikasi smartphone (Yildirim, 2014). Jadi, dapat kita ambil kesimpulan bahwa nomophobia adalah rasa takut atau cemas yang timbul jika jauh dari telepon genggam atau smartphone kita dan rasa takut ini membuat seseorang sedih, gugup, atau gelisah karena tidak terhubung dengan ponselnya.

Penyebab terjadinya Nomophobia

Nah, berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya nomophobia adalah:

  1. Telepon genggam atau smartphone memudahkan pekerjaan. Dengan adanya smartphone yang canggih, kita pasti akan susah sekali lepas dari smartphone. Apalagi kalau smartphone yang kita gunakan ini berhubungan dengan pekerjaan kita.

  2. Telepon genggam atau smartphone memudahkan untuk berinteraksi jarak jauh. Dengan adanya smartphone yang memiliki berbagai macam fungsi, smartphone akan memudahkan kita berhubungan dengan seseorang tanpa harus bertemu secara langsung. Nah, ini yang menjadi penyebab kita tidak bisa lepas dari smartphone kita, lho!

  3. Banyaknya sosial media. Banyaknya anak muda yang menggunakan smartphone tidak jauh dengan adanya sosial media. Media sosial adalah salah satu cara untuk berhubungan antara media massa dengan para penggunanya. Karena media sosial ini memberikan informasi yang lebih cepat dan lebih efektif, maka banyak sekali orang tidak bisa lepas dengan smartphone mereka.

Dampak Nomophobia

Nah, nomophobia ini dapat membuat dampak sosial dan psikologis seseorang, lho! Beberapa di antaranya adalah:

  1. Sering berhalusinasi dengan adanya notifikasi pada smartphone mereka.

  2. Di kehidupan nyata, mereka tidak fokus dalam melakukan interaksi sosial.

  3. Penderita nomophobia akan anti sosial karena mereka mementingkan kebahagiaan dan interaksi yang ada di dunia maya, dibanding dengan interaksi secara langsung di dunia nyata.

  4. Penderita nomophobia akan kesulitan tidur atau insomnia. Nah, insomnia ini adalah salah satu bentuk stres akibat adanya rasa tidak bisa jauh dari smartphone.

Cara mengatasi Nomophobia

Ada beberapa cara menghindari nomophobia, di antaranya adalah:

  1. Mengurangi bermain smartphone. Hal ini memang tidak mudah dilakukan, tetapi kita dapat melakukan bertahap, dengan membagi jam kapan harus menggunakan smartphone kita.

  2. Bersosialisasi dengan orang lain. Dengan perbanyak bersosialisasi dengan orang, maka kita dapat melupakan apa yang ada di smartphone kita.

  3. Meletakkan smartphone 3 meter dari kita, sebelum kita memulai pekerjaan. Hal ini dapat membuat kita lebih fokus dengan pekerjaan kita dan dapat membuat kita melupakan smartphone kita.

Nah, dari penjelasan di atas, apakah kalian termasuk salah satu yang terkena nomophobia juga? Sekarang kalian sudah mengerti kan cara mengatasi nomophobia? Mari cobalah untuk bertemu dengan orang secara langsung. Bertemu dengan orang secara langsung tidak hanya dapat mengatasi nomophobia saja, tetapi dengan kita bertemu dengan orang secara langsung, maka kita dapat berhenti membandingkan diri kita dengan apa yang kita lihat di smartphone kita.

Dapat disimpulkan kemajuan teknologi ini selain membawa dampak positif, tetapi juga membawa dampak negatif seperti nomophobia. Ketidakmampuan seseorang mengontrol diri dalam menggunakan smartphone membuat mereka stress karena khawatir ketika jauh dari smartphone mereka. Ingat, tidak semua yang kita lakukan harus berdasarkan yang terdapat di smartphone.

“Dunia maya adalah ilusi.”

Referensi

Sari, I., Ifdil, I., & Yendi, F. (2020). Konsep Nomophobia pada Remaja Generasi Z. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 5(1), 21-26. http://dx.doi.org/10.29210/3003414000

Yildirim, C. (2014). Exploring the dimensions of nomophobia: Developing and validating a questionnaire using mixed methods research.

Rahayuningrum, D., & Sary, A. (2019). Studi Tingkat Kecemasan Remaja Terhadap No-Mobile Phone (Nomophobia). Jurnal Keperawatan BSI, 7(1), 49-55. https://doi.org/10.31311/jk.v7i1.4511

Hafni, N. (2018). Nomophobia, Penyakit Masyarakat Modern. Jurnal Al-Hikmah, 6(2), 41-50. http://jurnal.staiba.ac.id/index.php/alhikmah