Konten dari Pengguna

Jejak Hijau Mahasiswa KKN Nusa Putra dan IPB

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN 17 Universitas Nusa Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolaborasi Tanam Pohon Mahoni, Durian, Jeruk, Alpukat, dan Damar di Lahan Tybar Desa Gunung Karamat Sukabumi untuk Ketahanan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Mahasiswa Nusa Putra University bersama mahasiawa Institut Pertanian Bogor menjalankan Kuliah Krja Nyata (KKN) dengan semangat kolaboratif di Desa Gunung Karamat, kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi pada tanggal 23 Juli 2025. Kolaborasi ini mengusung tema “ Pembangunan Berkelanjutan Masyarakat Agromartim Untuk Mencapai Socio-Resilience”. Program ini diwujudkan melalui sebuah inisiattif bertajuk Gerakan Akar Tangguh (GAT).

Dalam program yang berhasil dilaksanakan ini, 2 kelompok KKN Desa Gunung Karamat dibantu berbagai lembaga Desa Gunung Karamat, seperti kelompok tani desa, perwakilan koprasi desa, dan para kepala dusun berhasil menanam sebanyak 250 benih pohon. yang terdiri atas 200 benih pohon Mahoni, 35 benih pohon buah-buahan seperti buah Alpukat, Jeruk dan Durian, serta 15 benih Pohon Damar di beberapa titik strategis di desa Gunung Karamat, yakni di sebuah lahan besar eks perkebunan teh milik Belanda pada zaman kolonial yang bernama Tybar. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekologi desa, mencegah pergeseran tanah, serta meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. Program ini diikuti

Kepala Desa Gunung Karamat, Bapak Subaeta, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan penanaman pohon yang diinisiasi dua kelompok KKN tersebut. “Kami dari Desa Gunung Karamat mengapresiasi terkait dengan kegiatan ‘Akar Tangguh’, yang mana hari ini seperti yang kita lihat bahwa kawasan Desa Gunung Karamat pertama itu rawan bencana tanah longsor, terutama di area bekas kebun teh Tybar yang kontur tanahnya cukup labil dan minim vegetasi penahan,” ungkapnya kepada para peserta serta tamu undangan.

Gambar 1: Kepala Desa Gunung Karamat, Bapak Subaeta (kiri), menyampaikan sambutan kepada Koordinator Desa (Kordes) KKN Nusa Putra (kanan) dan Kordes KKN IPB (tengah).

Sebagai bentuk simbolisasi dan pengesahan dimulainya program Gerakan Akar Tangguh, dilakukan penanaman pohon durian secara seremonial oleh perwakillan mahasiswa dan perangkat desa. Pohon durian dipilih sebagai lambang kekuatan arah dan harapan jangka panjang yang akan memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.

Gambar 2: Kepala Desa Gunung Karamat (kanan) melakukan penanaman secara simbolis.

Perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Sukabumi, Bapak Toni Faisal yang turut hadir dalam kegiatan penanaman pohon, mengungkapkan bahwa kegiatan ini selaras dengan prinsip Pembangunan Berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan yang sedang digencarkan oleh pemerintah desa. “Kegiatan seperti ini nggak cuma soal tanam pohon, tapi juga bagian dari upaya jangka panjang buat memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Apalagi Desa Gunung Karamat ini sudah mulai fokus ke arah itu sejak beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Gambar 3: Foto bersama seluruh peserta aksi Akar Tangguh

Tidak hanya itu, gerakan ini bisa menjadi contoh bagaimana peran mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang berdampak nyata melalui penanaman pohon dan aksi dilapangan, dengan harapan bahwa benih-benih pohon yang ditanaman akan terus tumbuh, berbuah manfaat, dan mengakar kuat daam kehidupan masyarakat di Desa Gunung Karamat.

Melalui kegiatan penanaman pohon ini, diharapkan tercipta hubungan berkelanjutan diantara masyarakat, pemerintah desa, serta pihak eksternal seperti perguruan tinggi dan dinas kehutanan dalam membangun ketahanan pangan yang diharapkan menjadi tahap awal tercapainya solio-resilience, yakni kemampuan suatu sistem struktur sosial masyarakat dalam beradaptasi, bertahan, dan pulih dari situasi sulit, tekanan, maupun perubahan yang mengganggu kehidupan. Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar, di mana kawasan yang rawan longsor dapat bertransformasi menjadi lahan produktif yang ramah lingkungan dan mendukung program sejuta kopi yang telah dicanangkan desa. Selain menjadi wujud pengabdian, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya merawat lingkungan demi masa depan yang lebih baik.