Senandung Ceria Anak Wiyurejo Bersama Ukulele

Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Diandra Aprillia Mayra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada hari yang cerah penuh semangat, kelompok 6 FBD UB menggelar kegiatan edukatif dan menyenangkan berjudul "SECUBU: Senandung Ceria Bersama Ukulele" Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan alat musik ukulele kepada para siswa MI sekaligus memberikan pengenalan dasar mengenai cara memainkannya.
📌 Mengenal Ukulele

Ukulele adalah alat musik petik berdawai empat yang berasal dari Hawaii. Ukurannya kecil, ringan, dan menghasilkan suara ceria, membuatnya cocok bagi semua kalangan, terutama pemula. Dalam sesi pengenalan, peserta diperkenalkan pada bagian-bagian tubuh ukulele, yaitu:
Headstock: Bagian kepala ukulele, tempat tuning peg berada.
Tuning Peg: Alat untuk menyetel senar agar menghasilkan nada yang tepat.
Neck dan Fretboard: Leher ukulele yang berisi fret, tempat jari-jari menekan senar.
Body: Bagian utama ukulele yang memperkuat resonansi suara.
Sound Hole: Lubang suara yang membantu memproyeksikan bunyi senar.
Bridge dan Saddle: Tempat senar diikat pada badan ukulele.
🔑 Kunci-Kunci Dasar Ukulele yang Sering Digunakan
Dalam sesi selanjutnya, peserta belajar mengenal dan memainkan kunci dasar yang paling sering digunakan dalam lagu-lagu populer maupun anak-anak, yaitu:
C Mayor (C)
G Mayor (G)
A Minor (Am)
F Mayor (F)
D Minor (Dm)
E Minor (Em)
🎵 Belajar Musik Jadi Lebih Menyenangkan
Meski sebagian besar peserta baru pertama kali bermain ukulele, mereka menunjukkan antusiasme tinggi. Dengan suasana santai dan bimbingan yang menyenangkan, peserta bergiliran mencoba memainkan kunci sambil menyanyikan lagu-lagu sederhana. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan musik sebagai media ekspresi, tapi juga membangun kerja sama, ketekunan, dan rasa percaya diri anak-anak.
DESKRIPSI KEGIATAN DI MI
Kegiatan dimulai dengan sesi perkenalan yang hangat antara fasilitator dan anak-anak peserta. Suasana langsung cair ketika masing-masing anak menyebutkan nama dan hal-hal yang mereka sukai. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan ukulele sebagai alat musik petik yang menyenangkan. Anak-anak diajak memahami bagian-bagian tubuh ukulele secara langsung, mulai dari headstock, tuning peg, fretboard, hingga body. Setelah memahami strukturnya, peserta dikenalkan dengan beberapa kunci dasar yang paling sering digunakan, seperti C, G, Am, F, Dm, dan Em. Mereka pun diajak mencoba satu per satu, bergiliran memainkan ukulele sambil dibimbing cara meletakkan jari dengan benar di atas fret.
Setelah cukup mengenal dan mencoba memainkan kunci dasar, sesi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu sederhana secara bersama-sama dengan iringan ukulele. Tawa dan semangat anak-anak mengisi ruangan, apalagi saat sesi ice breaking singkat yang membuat mereka semakin antusias. Di akhir kegiatan, dilakukan penutupan dengan suasana hangat dan penuh semangat. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka, fasilitator memberikan sedikit jajan untuk dibawa pulang. Kegiatan sederhana ini menjadi momen berharga yang tidak hanya memperkenalkan musik, tapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan penuh makna.
