Konten dari Pengguna

AI Bisa Bikin Aplikasi dalam Hitungan Menit, Tapi Apakah Hasilnya Sudah Aman?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dina Isyana Aprilia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasu AI Generated App
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasu AI Generated App

AI Membuka Peluang Membuat Aplikasi

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara orang mengembangkan aplikasi. Jika sebelumnya seseorang perlu mempelajari bahasa pemrograman dan menulis kode secara manual, sekarang AI dapat membantu proses tersebut melalui instruksi sederhana dalam bahasa sehari-hari.

Pengguna bisa meminta AI membuat aplikasi pencatatan keuangan, mengelola stok barang, atau menyusun sistem pemesanan sederhana. AI juga dapat membantu menemukan kesalahan kode dan memberikan saran perbaikan. Hal ini membuat pengembangan aplikasi semakin mudah dicoba, termasuk oleh orang yang baru belajar pemrograman.

Meski demikian, AI bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah aplikasi.

Kode yang Dihasilkan Belum Tentu Sempurna

Di balik kemudahannya, AI masih memiliki keterbatasan. Kode yang dihasilkan bisa saja mengandung kesalahan, tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna, atau memiliki celah keamanan yang berisiko jika aplikasi digunakan untuk menyimpan data penting.

Aplikasi yang terlihat menarik dan dapat dijalankan belum tentu bekerja dengan benar dalam berbagai kondisi. Misalnya, aplikasi pencatatan keuangan mungkin bisa menghitung transaksi sederhana, tetapi mengalami kesalahan ketika menghadapi banyak transaksi sekaligus atau data yang tidak sesuai format.

Karena itu, hasil dari AI perlu diperiksa dan diuji sebelum digunakan. Pengembang juga harus memastikan bahwa aplikasi tidak membocorkan informasi pribadi dan mampu menjalankan fungsi sesuai tujuan awalnya.

Peran Manusia Tetap Dibutuhkan

AI dapat mempercepat proses pengembangan, tetapi manusia tetap berperan dalam menentukan kebutuhan, menilai hasil, dan mengambil keputusan. Pengguna perlu memahami cara kerja aplikasi yang dibuat, bukan sekadar menerima kode yang diberikan AI tanpa pemeriksaan.

Hal ini sejalan dengan pembahasan IEEE Spectrum mengenai perkembangan alat bantu pemrograman berbasis AI, yang menunjukkan bahwa otomatisasi dapat membantu pekerjaan pengembang, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan akan evaluasi dan pengawasan.

Pada akhirnya, AI memberikan peluang bagi lebih banyak orang untuk mengembangkan aplikasi dengan cara yang lebih praktis. Namun, keberhasilan tidak cukup diukur dari seberapa cepat aplikasi selesai dibuat. Kualitas, keamanan, dan manfaat bagi penggunalah yang menentukan apakah aplikasi tersebut benar-benar layak digunakan.