Inovasi Mahasiswa UMKendari: Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan di Desa Wawouso

Humas Universitas Muhammadiyah Kensari
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Nur Djafar Sigaro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) 2025 dari Kelompok 25 menghadirkan inovasi tong pembakaran minim asap di Desa Wawouso, Kabupaten Konawe Kepulauan. Alat ini dirancang sebagai solusi sederhana agar warga tak lagi membuang sampah rumah tangga ke laut.

Aswan, mahasiswa Prodi Manajemen, menyebut ide tersebut muncul setelah melihat kondisi warga yang masih kerap membuang sampah ke perairan. “Kami ingin memberikan alternatif yang mudah digunakan dan ramah lingkungan. Dengan tong ini, sampah bisa dibakar tanpa asap berlebihan,” katanya.
Tong dibuat dari drum bekas yang dimodifikasi dengan ventilasi udara dan cerobong asap. Desain ini membuat pembakaran lebih efisien. Sebelum diserahkan kepada warga, mahasiswa lebih dulu melakukan beberapa kali uji coba untuk memastikan keamanannya.
Warga Desa Wawouso menyambut positif inovasi ini. Mahasiswa KKA juga meninggalkan satu unit tong sebagai contoh agar masyarakat bisa membuatnya sendiri. “Harapannya, tong ini bisa dipakai terus dan membantu mengurangi kebiasaan buang sampah ke laut,” tambah Aswan.
Kelompok 25 KKA UMKendari terdiri dari Muh. Andika (Teknik Pertambangan), Muh. Rafli Aditiya P. (Manajemen), Aswan (Manajemen), Reski Ananda (Bisnis Digital), Mahmud Nur Rahmat (FAI), Alferina Sagita Ramdani (Teknik Pertambangan), Putri Regina Prayoga (Manajemen), Elsa Julianti (Manajemen), Azkiya Afifah Afrah (Ilmu Pemerintahan), dan Deristianti (Manajemen).
