Konten dari Pengguna

Mahasiswa UMKendari Latih Pemuda Budidaya Jambu Kristal di Lahan Tambang

Muhammad Nur Djafar Sigaro

Muhammad Nur Djafar Sigaro

Humas Universitas Muhammadiyah Kensari

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Nur Djafar Sigaro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inovasi penggunaan lahan marginal di area pasca tambang kini mulai menarik minat yang lebih serius dari kalangan muda. Ini terbukti melalui kelompok mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang dipimpin oleh Fitra Oktaviani, bersama dengan anggota Irma, Muh. Risal, Go’al Saputra, Refki Mualim, dan Widyaswika Malane.

Mahasiswa UMKendari Latih Pemuda Budidaya Jambu Kristal di Lahan Tambang
zoom-in-whitePerbesar

Bertajuk "Agribisnis Jambu Kristal Berbasis Pemuda dengan Penggunaan Teknologi POC Limbah Sawit sebagai Alternatif Pemanfaatan Lahan Marginal di Kawasan Tambang", acara ini digelar pada 10 Agustus 2025 di Desa Molore, Kecamatan Langikima, Kabupaten Konawe Utara.

Mitra pelaksana adalah Karang Taruna Sinar Harapan yang dipimpin oleh Arfin. Program ini bertujuan untuk memberdayakan generasi muda desa dalam mengembangkan budidaya jambu kristal di lahan yang kurang produktif dengan teknologi yang ramah lingkungan, yaitu dengan menggunakan Pupuk Organik Cair (POC) yang berbasis limbah kelapa sawit.

Fitra Oktaviani menyatakan bahwa teknologi ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap pupuk kimia. “Kami ingin menunjukkan bahwa lahan marginal setelah penambangan masih dapat dimanfaatkan untuk komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, bila dikelola dengan teknologi yang sesuai,” ujarnya.

Arfin, selaku Ketua Karang Taruna Sinar Harapan, mendukung program ini karena sesuai dengan usaha desa untuk menciptakan kesempatan bisnis baru bagi generasi muda. “Kami mengharapkan jambu kristal ini dapat menjadi unggulan desa dan juga merubah lahan bekas tambang menjadi lebih produktif,” ujarnya.

Aktivitas ini mencakup pelatihan teknis pertanian, produksi dan penggunaan POC dari limbah sawit, serta bimbingan dalam manajemen agribisnis. Diharapkan, program ini menjadi titik awal transformasi Desa Molore menjadi pusat agribisnis yang inovatif dan berkelanjutan berbasis pemuda.

Pembimbing program, Dr. Ahmad Muhlis Nuryadi, yang merupakan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Kendari, menilai bahwa kegiatan ini sangat positif karena menggunakan limbah dari pengolahan kelapa sawit untuk usaha ekonomi produktif budidaya jambu kristal, serta menjaga kualitas lingkungan area tambang.

"Di masa mendatang, diharapkan program ini dapat berfungsi sebagai pilihan rehabilitasi lahan bekas tambang untuk memulihkan dan mengembalikan fungsi ekosistem di wilayah yang telah dieksploitasi." Sasaran utamanya adalah meminimalkan efek buruk.