Konten dari Pengguna

Inovasi QuickNEWS2 Karya Akademisi Indonesia Raih Top 1 Presenter di Filipina

Donny Nurhamsyah

Donny Nurhamsyah

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Donny Nurhamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Inovasi QuickNEWS2 berhasil membawa nama baik Indonesia di Filipina.

Pemaparan tentang QuickNEWS2 di Filipina (Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan tentang QuickNEWS2 di Filipina (Dokumentasi Pribadi)

Inovasi digital di bidang keperawatan yang dikembangkan oleh akademisi Indonesia kembali memperoleh apresiasi di tingkat internasional. QuickNEWS2, sebuah aplikasi berbasis website untuk mendukung pemantauan klinis pasien kardiovaskular menggunakan National Early Warning Score (NEWS) 2, berhasil mendapatkan penghargaan Top 1 Presenter dalam forum Evidence Based Nursing Practice di Davao City, Filipina, pada 14 Agustus 2026.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh empat akademisi, yakni Donny Nurhamsyah, Wati Jumaiyah, Ninik Yunitri, dan Fitrian Rayasari. Kolaborasi ini melibatkan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap presentasi inovasi yang mengangkat pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, khususnya pada pemantauan kondisi klinis pasien dengan penyakit kardiovaskular.

Kegiatan ilmiah tersebut diselenggarakan melalui forum yang melibatkan Association of Nursing Service Administrators of the Philippines (ANSAP) Davao Chapter bersama Davao Medical School Foundation, Inc.

QuickNEWS2, Inovasi Digital untuk Pemantauan Dini Pasien

QuickNEWS2 dikembangkan sebagai aplikasi berbasis website yang membantu tenaga kesehatan melakukan penghitungan National Early Warning Score (NEWS) 2 secara lebih praktis.

NEWS2 merupakan instrumen penilaian yang digunakan untuk mengidentifikasi tanda-tanda perburukan kondisi klinis pasien berdasarkan sejumlah parameter fisiologis, seperti frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, tekanan darah sistolik, denyut nadi, suhu tubuh, dan tingkat kesadaran.

Dalam pelayanan keperawatan, pengenalan dini terhadap perubahan kondisi fisiologis pasien menjadi aspek penting untuk mencegah keterlambatan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan.

Melalui QuickNEWS2, tenaga kesehatan dapat memasukkan parameter klinis pasien melalui perangkat komputer maupun telepon genggam untuk memperoleh hasil penghitungan NEWS2 secara lebih mudah.

Inovasi ini dikembangkan dengan mengacu pada pedoman Royal College of Physicians (RCP) terkait NEWS2. Kehadiran aplikasi diharapkan dapat mendukung penerapan pemantauan klinis secara lebih terstruktur, membantu tenaga keperawatan dalam mengenali risiko perburukan pasien, serta memperkuat pengambilan keputusan klinis sesuai prosedur yang berlaku.

Berawal dari Permasalahan Pelayanan Klinis

Pengembangan QuickNEWS2 berangkat dari kebutuhan optimalisasi pemantauan klinis pasien di lingkungan pelayanan kesehatan, khususnya pasien kardiovaskular yang memiliki risiko mengalami perubahan kondisi fisiologis secara cepat.

Dalam praktik pelayanan rumah sakit, pemantauan tanda-tanda vital perlu diikuti dengan penilaian dan interpretasi yang tepat agar potensi perburukan kondisi pasien dapat dikenali lebih awal.

Namun, implementasi sistem pemantauan peringatan dini tidak selalu berjalan optimal. Beban kerja tenaga keperawatan, keterbatasan waktu, serta belum optimalnya pemanfaatan instrumen penilaian dapat menjadi tantangan dalam pelaksanaannya.

QuickNEWS2 kemudian dikembangkan sebagai salah satu solusi berbasis teknologi yang diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan tersebut.

Implementasi inovasi ini dilakukan di RSUD Welas Asih, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari proyek Evidence Based Nursing Practice (EBNP).

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan teknologi tidak hanya berorientasi pada produk digital, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata dalam praktik pelayanan keperawatan.

Donny Nurhamsyah sedang mempresentasikan QuickNEWS2 di Filipina (Dokumentasi Pribadi)

Kolaborasi Akademisi untuk Keselamatan Pasien

Donny Nurhamsyah menjelaskan bahwa pengembangan QuickNEWS2 merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan evidence-based nursing practice dengan pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan.

Menurutnya, perawat memiliki peran strategis dalam melakukan pemantauan kondisi pasien secara berkelanjutan. Kemampuan mengenali perubahan kondisi klinis dan memberikan respons yang tepat menjadi bagian penting dalam keselamatan pasien.

"Pemantauan kondisi pasien bukan sekadar mengukur tanda-tanda vital, tetapi bagaimana hasil pengukuran tersebut dapat diinterpretasikan untuk mengenali kemungkinan perburukan kondisi pasien sedini mungkin. Melalui QuickNEWS2, kami berupaya menghadirkan alat bantu digital yang praktis untuk mendukung proses tersebut," ungkap Donny.

Ia menambahkan bahwa teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan penilaian klinis perawat maupun keputusan tenaga medis. Sebaliknya, teknologi harus menjadi instrumen pendukung agar proses pemantauan dan pengenalan risiko dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Apresiasi Top 1 Presenter di Filipina menjadi motivasi bagi tim pengembang untuk terus menyempurnakan inovasi tersebut agar dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi praktik keperawatan.

Teknologi Keperawatan untuk Masa Depan Pelayanan Kesehatan

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi transformasi pelayanan kesehatan, termasuk dalam bidang keperawatan. Pemanfaatan aplikasi digital, sistem pemantauan, dan instrumen clinical decision support dapat menjadi bagian dari penguatan mutu pelayanan berbasis bukti ilmiah.

Donny berharap QuickNEWS2 tidak berhenti sebagai inovasi yang dipresentasikan dalam forum ilmiah internasional, tetapi dapat terus dikembangkan, dievaluasi, dan diimplementasikan secara lebih luas sesuai kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, inovasi keperawatan harus memiliki orientasi yang jelas, yakni memberikan manfaat bagi pasien, membantu tenaga kesehatan, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan.

"Penghargaan ini bukan hanya capaian bagi tim, tetapi juga menjadi pengingat bahwa inovasi keperawatan Indonesia memiliki peluang untuk berkontribusi di tingkat internasional. Harapannya, semakin banyak inovasi yang lahir dari permasalahan nyata di pelayanan kesehatan dan dapat memberikan dampak bagi keselamatan pasien," tuturnya.

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam mengembangkan inovasi berbasis bukti ilmiah. Dengan mengintegrasikan keilmuan keperawatan, teknologi informasi, dan kebutuhan praktik klinis, inovasi seperti QuickNEWS2 diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan transformasi pelayanan kesehatan di Indonesia.