Konten dari Pengguna

Amanojaku: Siluman Jahat Yang Menyebalkan (Bagian 1)

Dukun Millenial

Dukun Millenial

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amanojaku dikatakan mampu membaca pikiran manusia dan mengontrolnya.

Amanojaku: Siluman Jahat Yang Menyebalkan (Bagian 1)
zoom-in-whitePerbesar

Ilustrasi Siluman Amanojaku (Foto: yokai.com)

Bagi kalian yang beragama Islam, kalian pasti pernah mendengar tentang sebuah cerita yang mana terdapat setan-setan beserta jenis-jenisnya yang memiliki tugas-tugas khusus untuk mengganggu manusia. Di antaranya ada yang ditugaskan untuk menghasut manusia agar bertindak buruk dan menjadi orang jahat. Di antaranya ada juga yang terus menerus meletakan niat-niat jahat pada pikiran kita. Nah, ternyata cerita yang semacam itu tidak hanya ada dalam Islam. Ada juga cerita serupa dalam mitologi Jepang yang sudah mengakar disana jauh pada saat Jepang hanya mengenal kepercayaan Shinto. Nama dari sosok mistis itu tidak lain adalah ‘Amanojaku’.

Amanojaku dikategorikan dalam tiga tipe yang berbeda-beda oleh masyarakat Jepang. Ada yang memasukannya dalam kategori ‘dewa’ jahat (kami). Ada yang memasukannya dalam kategori iblis. Ada juga yang memasukannya dalam kategori ‘siluman’. Disamping perbedaan tiga tipologi itu, sesungguhnya menyimpan satu kesamaan kisah saja. Ya, Amanojaku dikenal sebagai sosok mistis yang selalu menghasut manusia pada kejahatan, juga dapat memangsa pikiran-pikiran jahat manusia itu sebagai bahan makanannya.

Amanojaku dikatakan mampu membaca pikiran manusia. Ia juga dikisahkan dapat mengontrol pikiran manusia. Tidak heran jika ia memiliki porsi fungsional untuk menghasut manusia pada kejahatan. Ia memiliki segala fakultas untuk melakukan fungsinya itu. Sosok mistis Amanojaku begitu populer. Satu yang paling populer ada dalam legenda ‘Uriko-Hime’.

Bersambung............