3 Kekurangan Perfeksionis dan Cara Mengatasinya ketika Menjadi Partner Kerja
Artikel yang membahas info seputar karier.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia kerja, standar kerja yang tinggi merupakan hal yang wajar dan justru dianggap sebagai salah satu kunci sukses. Namun, ketika terlalu perfeksionis ternyata juga tidak baik. Ada beberapa kekurangan perfeksionis dan cara mengatasinya.
Hal ini wajib diketahui oleh karyawan perusahaan agar lingkungan kerja tetap terjaga dan tidak bermasalah. Ketika lingkungan kerja sudah tidak baik, maka bisa mengganggu produktivitas karyawan.
3 Kekurangan Perfeksionis
Dikutip dari buku Panduan Mengelola Ragam Overthinking, Raka Saritaning Gati, perfeksionis merupakan sifat yang memiliki kecenderungan untuk mencari dan menuntut hasil yang sangat sempurna dalam segala hal yang dilakukan.
Sifat ini sering dikaitkan dengan standar kerja yang terlalu tinggi. Namun, perlu diketahui bahwa ada beberapa kekurangan perfeksionis dan cara mengatasinya. Berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Takut Akan Kegagalan
Kekurangan pertama dari orang yang memiliki sifat perfeksionis adalah takut akan kegagalan. Orang yang memiliki sifat ini akan dihantui dengan rasa kekhawatiran bahwa hasil kerja yang dilakukan tidak cukup baik.
Kekhawatiran ini pada akhirnya justru akan memberikan beban pada diri sendiri dan bisa menyebabkan kecemasan.
2. Mudah Mengalami Gangguan Kecemasan dan Depresi
Kekurangan lainnya adalah mudah mengalami kecemasan dan depresi karena selalu ingin sempurna.
Hal tersebut memberikan beban psikologis tersendiri. Salah satunya biasa mengkritik diri sendiri secara terus-menerus tanpa memberikan apresiasi pada usaha yang sudah dilakukan.
Pola pikir ini secara signifikan meningkatkan risiko berkembangnya gangguan kecemasan, perasaan tidak pernah cukup, dan pada akhirnya dapat berujung pada depresi.
3. Sulit Bekerja Sama dan Berkolaborasi
Orang yang perfeksionis akan mengalami kesulitan untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan rekan kerja. Hal ini disebabkan karena standar yang ditetapkan terlalu tinggi pada rekan kerja. Akibatnya, hal ini akan membuat tim menjadi tidak bisa berjalan dengan baik dan pada akhirnya akan mengganggu kinerja tim.
Terkait dengan cara mengatasi kekurangan perfeksionis ketika menjadi rekan kerja, berikut adalah beberapa di antaranya.
Menetapkan Target yang Realistis: Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan target yang realistis agar tidak memberikan beban berlebih pada rekan kerja. Hal ini bertujuan untuk menjaga hubungan dan lingkungan kerja.
Menghargai Setiap Usaha: Sikap perfeksionis seringkali ditandai dengan penetapan standar yang terlalu tinggi. Hal tersebut menyebabkan individu kesulitan dalam memberikan apresiasi terhadap setiap upaya yang telah dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan apresiasi pada usaha yang sudah dilakukan.
Baca juga: Magang Dharma Bank Jateng: Syarat hingga Benefitnya
Itulah penjelasan mengenai 3 kekurangan perfeksionis dan cara mengatasinya ketika menjadi rekan kerja di perusahaan. Dengan cara yang tepat, lingkungan perusahaan akan tetap kondusif. (WWN)