Konten dari Pengguna

Bakteriosin: Pengertian dan Peran Pentingnya dalam Produk Perikanan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peran bakteriosin dalam produk perikanan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peran bakteriosin dalam produk perikanan. Foto: Pexels

Inovasi di bidang pengawetan makanan terus berkembang, salah satunya dengan pemanfaatan bakteriosin dalam produk perikanan. Bakteriosin dikenal sebagai senyawa alami yang dihasilkan mikroorganisme tertentu dan kini banyak dilirik sebagai alternatif pengawet yang lebih aman. Penggunaan bakteriosin dinilai memiliki potensi besar untuk menjaga mutu dan keamanan pangan, khususnya produk hasil laut dan ikan.

Pengertian Bakteriosin

Bakteriosin adalah senyawa antimikroba yang diproduksi oleh bakteri, terutama golongan asam laktat. Senyawa ini bekerja secara alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri lain yang merugikan pada produk pangan.

Melansir laman Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, bakteriosin merupakan produk metabolit sekunder dari bakteri asam laktat (BAL) yang berupa substansi protein. Substansi protein tersebut memiliki sifat antibakteri dan dikategorikan aman bagi makhluk hidup.

Apa yang Dimaksud dengan Bakteriosin?

Bakteriosin merupakan protein atau peptida yang dihasilkan oleh bakteri. Senyawa ini bersifat spesifik, artinya hanya menargetkan bakteri tertentu tanpa mengganggu mikroba baik yang ada pada makanan.

Klasifikasi dan Sifat Umum Bakteriosin

Secara umum, bakteriosin dapat dibedakan berdasarkan struktur dan cara kerjanya. Beberapa bakteriosin bersifat stabil pada suhu tinggi, sehingga efektif digunakan dalam proses pengolahan makanan.

Mekanisme Kerja Bakteriosin

Bakteriosin dalam produk perikanan berperan penting dalam mencegah kerusakan dan memperpanjang masa simpan. Kinerja bakteriosin dinilai efektif, karena mampu memblokir pertumbuhan mikroba patogen tanpa menimbulkan efek samping signifikan.

Cara Kerja Bakteriosin dalam Menghambat Mikroba

Bakteriosin bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri target, sehingga mencegah perkembangbiakan dan kontaminasi. Proses ini berlangsung secara selektif, sehingga lebih aman bagi konsumen.

Keunggulan Bakteriosin Dibandingkan Pengawet Kimia

Penggunaan bakteriosin sebagai pengawet alami dianggap lebih ramah lingkungan dan minim risiko residu. Berbeda dengan pengawet kimia, bakteriosin tidak meninggalkan jejak berbahaya pada produk perikanan.

Peranan Bakteriosin dalam Produk Perikanan

Penerapan bakteriosin dalam industri perikanan memberikan berbagai manfaat. Selain menjaga kualitas produk, bakteriosin juga membantu memenuhi standar keamanan pangan yang semakin ketat.

Manfaat Penggunaan Bakteriosin pada Produk Perikanan

Beberapa manfaat bakteriosin antara lain memperpanjang umur simpan ikan, menjaga cita rasa, dan mengurangi risiko penyakit akibat kontaminasi bakteri. Hal ini penting untuk mendukung distribusi produk segar ke konsumen.

Contoh Produk Perikanan yang Menggunakan Bakteriosin

Produk olahan seperti ikan asap, ikan beku, hingga hasil fermentasi kini mulai menggunakan bakteriosin sebagai salah satu strategi pengawetan. Pendekatan ini mendukung tren makanan sehat dan natural.

Berdasarkan jurnal Identifikasi Molekuler Bakteri Asam Laktat Penghasil Bakteriosin pada Terasi, Peda, dan Petis sebagai Bahan Pengawet Produk Olahan Ikan karya Heru Pramono dkk., bakteriosin yang dihasilkan oleh BAL terdapat pada produk ikan fermentasi maupun produk ikan non-fermentasi. Contoh produk olahan ikan yang dimaksud, seperti terasi, peda, dan petis.

Potensi dan Tantangan Penggunaan Bakteriosin di Industri Perikanan

Industri perikanan memiliki peluang besar dalam pengembangan bakteriosin sebagai pengawet alami. Namun, masih ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi agar penggunaannya lebih luas.

Keunggulan dan Potensi Pengembangan

Bakteriosin menawarkan potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan. Selain itu, penggunaan bakteriosin mendukung upaya pengurangan bahan kimia dalam rantai pangan.

Hambatan Implementasi Bakteriosin dalam Skala Industri

Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan produksi massal dan kebutuhan investasi teknologi. Di sisi lain, edukasi kepada pelaku industri juga penting agar pemanfaatan bakteriosin semakin optimal.

Kesimpulan

Bakteriosin memberikan alternatif pengawetan alami yang sangat berperan dalam menjaga kualitas produk perikanan. Dengan keunggulan utamanya yang ramah lingkungan dan aman, bakteriosin semakin relevan untuk diterapkan di industri pangan modern. Dukungan teknologi dan edukasi menjadi kunci agar pemanfaatan bakteriosin semakin luas dan berkelanjutan.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)