Konten dari Pengguna

Memahami Texture Analyzer: Pengertian dan Prinsip Kerja

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Perikanan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prinsip kerja texture analyzer dalam industri perikanan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prinsip kerja texture analyzer dalam industri perikanan. Foto: Pixabay

Tekstur menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan dalam pengembangan produk pangan. Untuk memastikan kualitas tekstur ini, alat bernama texture analyzer sering digunakan di laboratorium pangan, khususnya dalam riset dan pengembangan makanan olahan. Texture analyzer memudahkan produsen menilai karakteristik fisik makanan secara objektif dan konsisten.

Definisi Texture Analyzer

Texture analyzer adalah alat yang digunakan untuk mengukur sifat tekstur suatu produk pangan secara kuantitatif. Alat ini sangat membantu dalam menentukan kualitas tekstur, seperti kekerasan, kekenyalan, hingga tingkat kerapuhan makanan.

Menurut laporan Pengaruh Proporsi Bandeng (Chanos chanos) - Menjes terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Nugget Bandeng oleh Nathania Christine Pitono, texture analyzer bertujuan untuk menguji hardness (kekerasan), springiness (kekenyalan), dan cohesiveness (kepadatan massa). Selain itu, alat ini juga digunakan untuk mengetahui tingkat fracturability (kerapuhan), gumminess (daya kunyah makanan semi-padat), dan chewiness (daya kunyah makanan padat) pada nugget yang telah matang.

Fungsi Utama Texture Analyzer dalam Analisis Pangan

Texture analyzer berperan untuk menilai karakteristik fisik makanan, seperti tingkat kelembutan, elastisitas, atau kekenyalan. Pengukuran ini penting untuk memastikan produk sesuai standar yang diharapkan konsumen.

Peran Texture Analyzer pada Produk Olahan Ikan

Alat ini memungkinkan produsen membandingkan hasil olahan ikan dari berbagai formulasi. Dengan data yang diperoleh, produsen dapat menyesuaikan resep agar tekstur produk tetap konsisten dan disukai pasar.

Prinsip Kerja Texture Analyzer

Texture analyzer bekerja dengan memberikan tekanan atau tarikan pada sampel makanan, lalu mencatat respons mekanik yang muncul. Proses ini mensimulasikan bagaimana makanan tersebut akan terasa saat disantap.

Cara Kerja Alat Texture Analyzer

Alat ini biasanya menggunakan probe yang menekan atau menarik sampel. Data yang dihasilkan berupa grafik gaya terhadap waktu, sehingga produsen bisa melihat perubahan tekstur secara detail.

Parameter yang Diukur oleh Texture Analyzer

Beberapa parameter yang umum diukur, antara lain kekuatan tekan, daya tahan, kekenyalan, dan tingkat kerapuhan. Data tersebut sangat berguna dalam pengembangan produk baru atau evaluasi kualitas.

Contoh Penggunaan Texture Analyzer pada Nugget Bandeng

Texture analyzer dapat digunakan untuk menganalisis tekstur nugget berbahan dasar ikan bandeng. Pengukuran ini membantu mengetahui apakah tekstur sudah sesuai standar yang diinginkan konsumen.

Analisis Tekstur Nugget Bandeng-Menjes

Dengan bantuan texture analyzer, produsen dapat membandingkan hasil olahan nugget dari berbagai komposisi secara objektif. Hasil tersebut menjadi acuan dalam proses pengembangan resep.

Pentingnya Analisis Tekstur dalam Penelitian Pangan

Analisis tekstur tidak hanya penting untuk aspek teknis, tetapi juga untuk memastikan produk diterima oleh konsumen. Data tekstur menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan kualitas dan daya saing produk makanan olahan.

Berdasarkan jurnal Perbandingan Hasil Uji Hedonik Abon Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Ikan Layang (Decapterus sp) karya Arini Ayu Wulansari Rahim dkk., tekstur adalah sensasi tekanan yang dapat dirasakan dengan mulut atau perabaan dengan jari. Tekstur merupakan ciri suatu bahan sebagai akibat dari perpaduan beberapa sifat fisik, meliputi ukuran, bentuk, jumlah, dan unsur-unsur pembentukan bahan.

Kesimpulan

Texture analyzer merupakan alat penting dalam analisis tekstur makanan, termasuk produk berbasis ikan seperti nugget bandeng. Dengan menggunakan alat ini, produsen dapat menilai dan mengembangkan produk makanan yang memiliki tekstur sesuai harapan konsumen. Prinsip kerja texture analyzer yang objektif dan konsisten sangat membantu dalam menjaga kualitas produk pangan.

(Reviewed by Melynda Dwi Puspita, S.Pi)