Konten dari Pengguna

Markisa: Buah Segar dengan Nilai Ekonomi Tinggi, Begini Cara Budi Dayanya

D

Dunia Tani

Artikel yang membahas seputar ilmu pertanian.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Tani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi buah markisa. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buah markisa. Foto: Pixabay

Markisa termasuk tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, rasa yang menyegarkan, serta nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk meningkatkan pendapatan petani. Selain buahnya yang disukai sebagai konsumsi segar maupun olahan, peluang usaha komoditas ini masih terbuka lebar termasuk agroindustri. Artikel ini akan membahas seluk-beluk markisa, mulai dari morfologi, jenis, hingga cara budi dayanya.

Mengenal Tanaman Markisa

Menurut Djoko Sudarso dkk. dalam buku Petunjuk Teknis Budidaya Markisa, markisa (Passiflora sp.) merupakan tanaman dari famili Passifloraceae yang berasal dari Amerika Selatan. Tanaman ini bersifat merambat dan diperkirakan memiliki sekitar 9 jenis yang telah ditanam secara luas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sejarah dan Penyebaran Markisa di Indonesia

Tanaman yang aslinya berasal dari daerah tropis dan subtropis Amerika ini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas unggulan. Sentra produksinya kini tersebar mulai dari Sumatera Utara (Kabupaten Karo, Dairi, Simalungun), Sulawesi Selatan (Gowa, Sinjai, Tator), hingga Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Jenis-jenis Markisa Populer

Di Indonesia, setidaknya terdapat tiga jenis markisa yang banyak dibudidayakan, yaitu:

  • Markisa Ungu/Asam (Passiflora edulis Sims): Banyak ditanam di Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

  • Markisa Kuning (Passiflora edulis Sims f. flavicarpa Deg): Umum ditemukan di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

  • Markisa Konyal/Manis (Passiflora ligularis Juss): Memiliki rasa manis, kulit buah berwarna kuning saat masak, dan banyak dibudidayakan di daerah Lembang, Bogor, serta Solok

Morfologi Tanaman Markisa

Markisa memiliki ciri fisik yang khas, mulai dari cara tumbuhnya yang merambat hingga struktur buahnya yang unik.

Karakteristik Daun, Batang, dan Bunga Markisa

Batang tanaman markisa bersifat merambat dengan bantuan sulur yang kuat untuk menopang tanaman. Berdasarkan keterangan Ida Zulfida dalam jurnal AFoSJ-LAS berjudul Budidaya Pohon Markisa di Kabupaten Karo, buah markisa memiliki kulit yang tipis namun keras saat muda, dan akan menjadi lentur ketika sudah masak. Di dalam rongga buahnya terdapat puluhan biji berwarna hitam yang dilapisi oleh pulp (lapisan tipis) yang beraroma harum.

Ciri Buah Markisa dan Varietas Unggulan

Buah markisa memiliki bagian yang dapat dimakan sekitar 55% dari total beratnya, yang terdiri dari air, protein, karbohidrat, serta kaya akan vitamin A dan C. Varietas unggulan seperti markisa konyal dari Kabupaten Solok sangat potensial dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi dan gizi yang tinggi.

Panduan Budi Daya Markisa

Budi daya markisa memerlukan perhatian pada aspek lingkungan dan teknik tanam yang tepat untuk menghasilkan kualitas buah yang optimal.

Syarat Tumbuh dan Iklim Ideal

Tanaman markisa tumbuh sangat baik di daerah yang sesuai dengan iklimnya, seperti di Kabupaten Tanah Karo yang mendukung pertumbuhan optimal tanaman ini. Secara umum, markisa konyal misalnya, dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi dan mulai berproduksi setelah berumur kurang lebih satu tahun.

Langkah-langkah Budidaya Markisa

  • Perbanyakan Tanaman: dapat dilakukan melalui biji (menghasilkan akar kuat), stek cabang, maupun sambung pucuk untuk mendapatkan bibit bermutu.

  • Persiapan Lahan dan Rambatan: karena sifatnya merambat, diperlukan sistem rambatan seperti model T, model para-para, model pagar, atau menggunakan pucuk bambu.

  • Pemeliharaan: meliputi penyulaman, pengairan, pemangkasan untuk mengatur percabangan, serta pemupukan rutin (misalnya dengan larutan NPK setiap 15 hari saat di persemaian).

  • Panen dan Pasca Panen: buah dapat diolah menjadi berbagai produk seperti selai markisa dan sari buah (juice) untuk meningkatkan nilai tambahnya.

Kesimpulan

Budidaya markisa sangat prospektif di Indonesia karena didukung oleh kesesuaian iklim, terutama di wilayah dataran tinggi. Dengan pemahaman morfologi yang baik dan penerapan teknologi budi daya yang tepat, dimulai dari penggunaan bibit unggul hingga sistem rambatan yang benar, akan mendukung hasil panen markisa termasuk kualitasnya untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Reviewed by Satriyo Restu Adhi

Baca juga: Panduan Lengkap Budi Daya Buah Lokal dari Kebun hingga Pasar