Konten dari Pengguna

Berlomba Mendapatkan Tiket Mudik

Dwi Puspita

Dwi Puspita

Pecinta kopi dan malam

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Puspita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

6 tahun lalu masih sangat jelas dalam ingatan saya saat mudik dengan sepeda motor. Bawaan seperti orang mau kabur dari rumah, banyak banget. 2 tas ransel milik saya dan suami dan 1 kardus besar yang diletakkan di bagian depan sehingga suami kadang kesulitan saat akan membelokkan setir sepeda motornya. Begitupun saat pulang dari mudik dan kembali lagi ke perantauan pasti pemberian orang tua juga banyak. Kadang masih dibawakan beras, jagung, keripik yang masih mentah, bawang merah, bawang putih, dan masih banyak lainnya. Nggak kebayang bukan betapa sulitnya saya waktu itu.

Berlomba Mendapatkan Tiket Mudik
zoom-in-whitePerbesar

Sekarang mudik mudah banget, mau bawa banyak barang tak masalah karena sudah ada kendaraan baru. Baik kendaraan baru, lama atau kendaraan sewa tak masalah yang penting bisa mudik. Sewa mobil sekarang mudah banget, harganyapun lumayan terjangkau menurut saya karena sudah include sopir. Wah... kalau ingat zaman dulu, sewa mobil saja susah selain susah harganya juga selangit yang bikin kita takut buat sewa mobil.

Bisnis sewa mobil memang banyak, tapi kadang perlu juga diperhatikan apakah rental tersebut menawarkan service yang nyaman untuk calon penyewa. Service tersebut meliputi mobil yang nyaman tidak ada drama mogok serta sopir yang berpengalaman dan sopan pastinya. Biar nggak bingung biasanya saya langsung memesan di tiket.com.

Berlomba Mendapatkan Tiket Mudik (1)
zoom-in-whitePerbesar

Tidak hanya sewa mobil saja, saya juga sering memesan tiket pesawat murah di e-commerce tersebut saat mencari tiket pesawat untuk suami saya dalam urusan pekerjaannya. #Tiketkemanapun harganya sangat bersaing dan bisa dikatakan murah jika dibandingkan yang lain.

Mudik seperti ini pasti para perantau juga berlomba-lomba mencari tiket murah, baik itu tiket kereta, tiket pesawat, tiket bis, dan tiket kapal feri. Semuanya berlomba-lomba mendapatkan tiket untuk bisa pulang kampung halaman membawa rindu yang sangat besar kepada tanah kelahiran dan orang tua. Termasuk saya yang pulang dengan mobil sewaan demi kenyamanan saat mudik. Uang bisa dicari tapi pengalaman mudik yang tidak bisa dibeli. Saya, suami, dan anak bersiap mudik dengan mobil yang kami sewa selama beberapa hari ke depan untuk berjumpa dengan sanak keluarga. Membawa cinta, rindu, dan oleh-oleh untuk mereka. Mudik adalah salah satu cara kami bisa berkumpul dengan formasi lengkap walaupun berlomba-lomba mendapatkan tiket.