Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Sudahkah Rakyat Merasakannya?
Tulisan dari Dwi Yuliyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar 5,03 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia terus berkembang. Namun, ada satu pertanyaan yang menurut saya penting untuk dibahas: apakah pertumbuhan ekonomi ini sudah dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari?
Bagi masyarakat, kondisi ekonomi bukan hanya tentang angka yang diumumkan setiap tahun. Masyarakat juga merasakannya melalui harga kebutuhan pokok, kesempatan mendapatkan pekerjaan, penghasilan bulanan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, pertumbuhan ekonomi perlu dilihat dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.
Digitalisasi UMKM Membuka Peluang, tetapi Bukan Tanpa Tantangan
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian Indonesia. Warung makan, pedagang kecil, penjual minuman, hingga usaha rumahan merupakan contoh kegiatan ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Perkembangan teknologi membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pembeli yang lebih luas. Produk yang sebelumnya hanya dijual di lingkungan sekitar kini bisa dipasarkan melalui media sosial dan marketplace. Cara ini juga memberikan kesempatan kepada usaha kecil untuk memperkenalkan produknya tanpa harus memiliki toko besar.
Peluang tersebut didukung oleh penelitian Affandi, Ridhwan, Trinugroho, dan Adiwibowo (2024) yang melibatkan survei terhadap 5.035 usaha ultra-mikro, mikro, dan kecil di 17 provinsi di Indonesia. Penelitian tersebut membahas penggunaan teknologi digital dalam kegiatan usaha, mulai dari pemasaran, perdagangan elektronik, pembayaran digital, hingga pencatatan transaksi.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan teknologi digital pada UMKM merupakan hal yang penting untuk diteliti dalam kaitannya dengan kinerja usaha dan literasi keuangan. Namun, penggunaan teknologi saja tidak menjamin usaha akan berhasil. Pelaku usaha tetap perlu memperhatikan kualitas produk, pelayanan, persaingan harga, dan pengelolaan keuangan.
Menurut saya, perkembangan teknologi akan lebih bermanfaat apabila pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan dan pengetahuan yang cukup. Dengan begitu, kesempatan berjualan secara digital tidak hanya dinikmati oleh usaha yang sudah besar, tetapi juga oleh pedagang kecil yang sedang merintis usahanya.
Pertumbuhan Ekonomi dan Tantangan Mendapatkan Pekerjaan
Selain perkembangan usaha, kesempatan kerja juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membahas pertumbuhan ekonomi. Sebab, masyarakat membutuhkan pekerjaan dan penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan data BPS dalam laporan ketenagakerjaan Agustus 2025, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 146,54 juta orang, meningkat 1,90 juta orang dibandingkan Agustus 2024. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga tercatat sebesar 4,85 persen. Sementara itu, rata-rata upah buruh meningkat dari Rp3,27 juta pada Agustus 2024 menjadi Rp3,33 juta pada Agustus 2025.
Data tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam jumlah penduduk bekerja dan rata-rata upah buruh. Meski demikian, angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh masyarakat telah merasakan peningkatan kesejahteraan. Kondisi setiap pekerja berbeda, baik dari segi penghasilan, jenis pekerjaan, maupun kebutuhan hidupnya.
Menurut saya, pertumbuhan ekonomi seharusnya diikuti dengan semakin luasnya kesempatan kerja dan peningkatan kualitas pekerjaan. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pekerjaan, tetapi juga penghasilan yang layak dan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.
Karena itu, pendidikan dan pelatihan kerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha. Langkah ini dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja sekaligus membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha sendiri.
Harga Kebutuhan Pokok Masih Menjadi Perhatian
Hal lain yang dekat dengan kehidupan masyarakat adalah harga kebutuhan pokok. Penghasilan yang meningkat belum tentu membuat kondisi ekonomi keluarga menjadi lebih baik apabila pengeluaran juga bertambah.
Bank Indonesia mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 sebesar 2,92 persen secara tahunan. Namun, kelompok pangan bergejolak mengalami inflasi sebesar 6,21 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak terjadi dengan tingkat yang sama pada setiap kelompok barang dan jasa.
Bagi keluarga yang sebagian besar pengeluarannya digunakan untuk membeli bahan makanan, kenaikan harga pangan dapat menjadi beban tersendiri. Masyarakat harus mengatur kembali pengeluaran agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.
Menurut saya, kondisi tersebut menjadi alasan mengapa pertumbuhan ekonomi perlu dibarengi dengan upaya menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah perlu memperhatikan ketersediaan pasokan pangan, kelancaran distribusi, serta kondisi harga di berbagai daerah.
Dengan begitu, perkembangan ekonomi tidak hanya terlihat dari angka pertumbuhan, tetapi juga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dengan lebih baik.
Pertumbuhan Ekonomi Perlu Dirasakan Masyarakat
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11 persen pada 2025 merupakan perkembangan yang patut diperhatikan. Namun, menurut saya, keberhasilan ekonomi tidak cukup dinilai dari angka tersebut saja.
Perkembangan ekonomi juga perlu dilihat dari kesempatan kerja, penghasilan masyarakat, kemampuan UMKM bertahan, serta daya beli keluarga. Data BPS mengenai ketenagakerjaan dan data Bank Indonesia mengenai inflasi menunjukkan bahwa penilaian terhadap kondisi ekonomi perlu melihat beberapa aspek sekaligus.
Pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan memiliki peran dalam mendukung kondisi tersebut. Pemerintah perlu menjaga kestabilan harga dan memperluas kesempatan kerja. Dunia usaha dapat membuka peluang pekerjaan dan mendukung perkembangan UMKM. Sementara itu, lembaga pendidikan dapat membantu meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Masyarakat juga dapat mengambil langkah sesuai kemampuannya, seperti mengatur keuangan, meningkatkan keterampilan, dan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.
Pada akhirnya, pertanyaan tentang pertumbuhan ekonomi bukan hanya seberapa besar angka yang berhasil dicapai Indonesia. Hal yang tidak kalah penting adalah apakah masyarakat mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan yang layak, mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya.
Menurut saya, di situlah pertumbuhan ekonomi benar-benar memiliki arti bagi masyarakat.

