Kebiasaan Kecil yang Membuat Hari Kuliah Terasa Lebih Ringan

Mahasiswa Sistem Informasi di Universitas Pamulang. Suka menulis tentang keseharian, produktivitas, dan hal-hal sederhana yang bermanfaat.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Efita Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi mahasiswa tidak selalu tentang mendapatkan nilai bagus atau menyelesaikan tugas sebanyak-banyaknya. Ada hari ketika kuliah berjalan lancar, tetapi ada juga hari ketika tugas terasa menumpuk dan rasanya ingin beristirahat saja.
Saya sendiri mulai menyadari bahwa menjalani hari kuliah tidak harus selalu dengan memaksakan diri menjadi produktif. Justru, beberapa kebiasaan kecil yang sederhana bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih teratur dan tidak terlalu melelahkan.
1. Membuat Daftar Kegiatan
Salah satu kebiasaan yang cukup membantu saya adalah menulis daftar kegiatan yang ingin dilakukan.
Tidak perlu membuat daftar yang terlalu panjang. Biasanya saya hanya menuliskan beberapa hal yang memang penting, seperti mengikuti kuliah, mengerjakan tugas, membaca materi, atau menyelesaikan pekerjaan lain.
Dengan begitu, saya tidak perlu terus-menerus mengingat semua hal yang harus dilakukan. Ada rasa lega ketika satu per satu kegiatan bisa dicentang.
Bagi saya, daftar kecil seperti ini juga membuat pekerjaan yang awalnya terlihat banyak menjadi terasa lebih mudah karena saya mengerjakannya secara bertahap.
2. Tidak Menunggu Mood untuk Mulai
Dulu saya sering berpikir bahwa mengerjakan tugas akan lebih mudah kalau sedang memiliki mood yang bagus.
Ternyata, kalau terus menunggu mood, pekerjaan justru bisa semakin tertunda.
Sekarang saya mencoba memulai dari hal yang paling sederhana. Misalnya, membuka laptop, membaca soal, atau menulis satu paragraf terlebih dahulu.
Setelah mulai, biasanya pekerjaan terasa lebih ringan daripada yang saya bayangkan.
Saya belajar bahwa memulai sedikit lebih baik daripada hanya memikirkan pekerjaan tanpa mengerjakannya.
3. Memberi Waktu untuk Beristirahat
Produktif bukan berarti harus belajar atau mengerjakan tugas sepanjang hari.
Menurut saya, istirahat juga merupakan bagian dari kegiatan yang perlu dilakukan. Setelah mengerjakan tugas atau belajar cukup lama, saya biasanya mencoba berhenti sebentar untuk minum, melihat suasana sekitar, atau melakukan kegiatan yang saya sukai.
Istirahat membuat saya bisa kembali mengerjakan sesuatu dengan pikiran yang lebih tenang.
Karena itu, saya mulai mengubah cara pandang bahwa beristirahat bukan berarti malas. Selama dilakukan dengan cukup dan tidak membuat pekerjaan terus tertunda, istirahat justru bisa membantu menjaga keseimbangan aktivitas.
4. Mengurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Hal lain yang menurut saya tidak kalah penting adalah berhenti terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain.
Di lingkungan perkuliahan, kita bisa melihat teman yang sudah menyelesaikan banyak tugas, mendapatkan nilai bagus, mengikuti berbagai kegiatan, atau memiliki kemampuan tertentu.
Hal tersebut terkadang membuat saya berpikir bahwa saya tertinggal.
Namun, setiap orang memiliki proses yang berbeda. Ada orang yang cepat memahami sesuatu, sementara orang lain membutuhkan waktu lebih lama.
Saya mulai belajar untuk lebih fokus pada perkembangan diri sendiri. Tidak harus langsung menjadi yang paling hebat. Yang penting ada kemajuan dibandingkan diri sendiri sebelumnya.
5. Menghargai Kemajuan Kecil
Kebiasaan terakhir yang sedang saya coba lakukan adalah menghargai kemajuan kecil.
Menyelesaikan satu tugas, memahami materi yang sebelumnya sulit, berani bertanya ketika tidak mengerti, atau berhasil menyelesaikan sesuatu yang sudah lama ditunda sebenarnya juga merupakan pencapaian.
Kadang kita terlalu fokus pada hasil besar sampai lupa menghargai proses yang sudah dilewati.
Bagi saya, kemajuan kecil tetap berarti.
Pelan-Pelan Juga Tetap Maju
Setelah mencoba beberapa kebiasaan tersebut, saya semakin percaya bahwa menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tidak harus selalu sempurna.
Ada hari ketika semuanya berjalan sesuai rencana dan ada juga hari ketika hanya beberapa hal yang berhasil diselesaikan.
Tidak apa-apa.
Yang penting adalah tetap mencoba dan tidak terlalu keras kepada diri sendiri.
Menurut saya, produktif bukan tentang siapa yang paling sibuk atau siapa yang paling cepat menyelesaikan semuanya. Produktif bisa berarti mampu menggunakan waktu dengan baik, mengetahui kapan harus bekerja dan kapan harus beristirahat, serta tetap melanjutkan proses meskipun perlahan.
Karena pada akhirnya, berjalan pelan tetap lebih baik daripada berhenti karena merasa harus langsung sempurna.
