Konten dari Pengguna

Tertarik Mencoba Kerajinan Rajut? Ini 5 Alat Utama Yang Wajib Kamu Punya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Elvi Yani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika dulu merajut identik dengan hobi nenek-nenek, Merajut kini kembali naik daun dan bertransformasi menjadi salah satu tren gaya hidup yang digandrungi Gen Z dan juga milenial.

Perlengkapan dasar merajut untuk pemula (Foto: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Perlengkapan dasar merajut untuk pemula (Foto: Dok. Pribadi)

Dari tangan kreatif anak muda, benang-benang rajut disulap menjadi berbagai barang unuk seperti tas estetik, ikat rambut (scrunchie), tatakan gelas yang lucu, hingga boneka rajut (amigurumi) yang menggemaskan. Selain bisa menghasilkan barang unik yang bisa dipakai sendiri, merajut juga dikenal sebagai aktivitas mindfulness yang ampuh untuk meredakan stres setelah seharian beraktivitas.

Bagi kamu yang baru tertarik untuk terjun ke dunia merajut, wajar banget kalau sempat bingung melihat begitu banyak jenis perlengkapan di toko kerajinan. Padahal, sebagai pemula, modal awal kamu sebenarnya sangat sederhana.

Biar kamu sebagai perajut pemula tidak salah beli, berikut adalah 5 alat utama yang wajib kamu punya untuk memulai hobi merajut!

1. Jarum Rajut yang Tepat (Hook atau Knitting Needles)

Alat paling krusial tentu saja adalah jarumnya. Sebelum membeli, kamu perlu tahu bahwa ada dua teknik utama dalam merajut yang menentukan jenis jarummu, yang pertama yaitu Hakpen (Hook) digunakan untuk teknik merenda (crochet). Teknik ini menggunakan satu jarum dengan pengait di ujungnya. Bagi pemula, crochet sangat direkomendasikan karena tekniknya lebih mudah dipelajari dan dipraktikkan. Kedua Knitting Needles, digunakan untuk teknik merajut (knitting). Teknik ini menggunakan dua jarum panjang lurus seperti sumpit.

Untuk kamu yang pemula pilihlah hakpen ukuran standar seperti nomor 3, 4, atau 5 (antara 2.5 mm hingga 3.5 mm). Ukuran ini adalah ukuran paling pas dan nyaman digenggam untuk tangan yang baru belajar membuat simpul.

2. Benang Rajut Katun Lokal

Bagi pemula sangat disarankan untuk memulai dengan benang katun lokal berukuran sedang (seperti katun bali atau katun lokal biasa). Hindari benang berbulu halus (fluffy yarn) atau benang bertekstur rumit karena akan membuat kamu kesulitan melihat lubang tusukan (stitch) saat merajut. Pilih juga warna yang cerah atau polos agar alur benang terlihat jelas di matamu.

Jangan asal tergiur dengan benang berbulu tebal atau warna-warni yang mencolok saat pertama kali membeli. Kunci kenyamanan belajar merajut ada pada pemilihan tekstur benang.

3. Gunting Kecil yang Tajam

Alat yang satu ini terlihat sepele, tetapi perannya sangat penting. Kamu akan sering memotong benang, baik saat berganti warna, menyambung benang, maupun saat menyelesaikan proyek rajutanmu. Pastikan kamu menyiapkan gunting kecil khusus kerajinan tangan yang tajam agar potongan ujung benang rapi dan tidak berserabut.

4. Jarum Tapestri (Yarn Needle)

Jarum tapestri sekilas mirip dengan jarum jahit biasa, namun ukurannya jauh lebih besar dengan lubang benang yang luas dan ujung yang tumpul. Alat ini wajib punya karena berfungsi untuk menyembunyikan atau "menyusupkan" sisa benang ke dalam lipatan rajutan di akhir proses. Tanpa jarum ini, ujung benang rajutanmu akan berantakan dan rawan terurai.

5. Penanda Tusukan (Stitch Marker)

Bagi pemula, menghitung jumlah tusukan sering kali menjadi tantangan terberat. Sering kali rajutan menjadi mencong atau tidak simetris karena ada tusukan yang terlewat. Di sinilah stitch marker atau penanda tusukan beraksi. Alat plastik kecil berbentuk seperti peniti ini berfungsi sebagai tanda awal baris rajutan atau sudut lipatan agar hitungan rajutanmu tidak meleset.

Yuk, siapkan alat-alatmu dan selamat berkreasi!