Konten dari Pengguna

Magang di Industri Event: Ketika Administrasi & Teknologi Harus Berjalan Bersama

RIZKA ATORIK

RIZKA ATORIK

Mahasiswa D4 Akutansi Perpajakan Universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari RIZKA ATORIK tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika sebuah pertandingan olahraga berlangsung, perhatian penonton biasanya tertuju pada atlet, arena pertandingan, skor, dan siapa yang akhirnya menjadi juara. Namun, ada satu bagian yang jarang terlihat oleh publik, padahal sangat menentukan kelancaran sebuah event: administrasi dan pengelolaan data.

1. Ketika Excel Bertemu Sistem Digital

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan pada proses administrasi event. Data yang sebelumnya dikelola melalui dokumen atau spreadsheet kini dapat dimasukkan ke dalam sistem berbasis web dan digunakan untuk mendukung jalannya pertandingan.

Dalam kegiatan magang yang saya jalani, data awal peserta dari Microsoft Excel diperiksa sebelum dimasukkan ke sistem berbasis web. Proses tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan agar tidak terjadi kesalahan nama, kategori, maupun informasi peserta.

Di sinilah terdapat pelajaran penting: digitalisasi tidak otomatis menghilangkan kesalahan manusia.

Sistem yang baik tetap bergantung pada kualitas data yang dimasukkan. Jika data awal salah, sistem digital hanya akan memproses kesalahan tersebut dengan lebih cepat.

Karena itu, transformasi digital dalam penyelenggaraan event seharusnya tidak hanya berfokus pada penggunaan aplikasi atau teknologi baru. Perusahaan juga perlu memiliki prosedur yang jelas mengenai bagaimana data dikumpulkan, diperiksa, dimasukkan, diperbarui, dan disimpan.

Standardisasi format data menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar. Format pendaftaran yang seragam, misalnya, dapat mengurangi risiko duplikasi, perbedaan penulisan, maupun kesalahan kategori peserta.

2. Ketelitian Menjadi Bagian dari Profesionalisme

Dalam sebuah event, perubahan informasi dapat terjadi dengan cepat. Peserta dapat melakukan koreksi data, jadwal dapat berubah, atau panitia membutuhkan informasi tambahan dalam waktu singkat.

Situasi seperti ini menuntut petugas administrasi untuk bekerja cepat. Namun, cepat saja tidak cukup.

Ketelitian tetap menjadi hal utama.

Saya merasakan bahwa salah satu cara sederhana tetapi penting untuk mengurangi kesalahan adalah melakukan double-check sebelum data atau dokumen digunakan. Dalam pengalaman magang, pemeriksaan ulang dilakukan terhadap data peserta, dokumen administrasi, maupun surat perizinan untuk mengurangi risiko ketidaksesuaian informasi.

Kebiasaan seperti ini terlihat sederhana, tetapi sangat relevan dalam dunia kerja. Kesalahan satu angka, satu nama, atau satu kategori dapat memengaruhi proses berikutnya.

Karena itu, keterampilan administrasi di era digital bukan semakin tidak penting. Justru sebaliknya. Kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama dengan ketelitian, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan mengambil keputusan ketika terjadi perubahan.

3. Digitalisasi Harus Membuat Event Lebih Tertib

Teknologi seharusnya tidak hanya membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi juga lebih tertib dan mudah ditelusuri.

Perusahaan penyelenggara event dapat mulai membangun sistem administrasi yang lebih terintegrasi. Data pendaftaran, registrasi ulang, jadwal, hasil pertandingan, hingga arsip dokumen idealnya dapat saling terhubung sehingga panitia tidak perlu melakukan input data yang sama berulang kali.

Di sisi lain, keberadaan teknologi juga harus diikuti dengan prosedur kerja yang jelas, pelatihan sumber daya manusia, dan evaluasi setelah kegiatan selesai.

Pengalaman di dunia event menunjukkan kepada saya bahwa keberhasilan sebuah acara bukan hanya ditentukan oleh apa yang terlihat di lapangan. Di balik pertandingan yang berjalan lancar, terdapat proses administrasi, pengelolaan data, koordinasi, serta teknologi yang bekerja bersama.

Pada akhirnya, digitalisasi bukan sekadar mengganti kertas dengan aplikasi.

Digitalisasi yang sesungguhnya adalah bagaimana teknologi digunakan untuk membuat pekerjaan lebih akurat, lebih efisien, lebih terorganisir, dan lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Dan terkadang, keberhasilan sebuah event besar justru dimulai dari sesuatu yang terlihat sederhana: memastikan satu data peserta tidak salah.

sumber: AI Ilustrator