Ngopi Jadi Rutinitas, Begini Gaya Hidup Gen Z

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fachri Pandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta – Kopi semakin mudah ditemui dalam keseharian generasi Z. Tidak hanya diminum saat mengantuk, kopi kini sering menjadi teman untuk mengerjakan tugas, belajar, bekerja, hingga berkumpul bersama teman.
Bagi sebagian Gen Z, membeli kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas. Setelah mengikuti perkuliahan atau menyelesaikan aktivitas, kedai kopi menjadi salah satu tempat yang dipilih untuk beristirahat sekaligus bertemu dengan teman.
Perubahan ini juga terlihat dari semakin beragamnya pilihan minuman kopi. Konsumen tidak hanya menemukan kopi hitam atau kopi susu, tetapi juga berbagai minuman dengan tambahan rasa seperti caramel, vanilla, hazelnut, hingga varian seasonal. Pilihan tersebut membuat kopi lebih mudah diterima oleh konsumen muda yang memiliki selera berbeda-beda.
Selain rasa, harga juga menjadi salah satu pertimbangan. Banyak kedai menawarkan kopi dengan harga yang relatif terjangkau bagi mahasiswa. Promo melalui aplikasi pesan-antar dan layanan pembayaran digital juga membuat pembelian kopi menjadi semakin mudah.
Bagi mahasiswa, kopi juga sering dikaitkan dengan aktivitas belajar. Sebagian memilih membeli kopi ketika harus mengerjakan tugas atau belajar hingga malam. Suasana kedai yang nyaman membuat aktivitas tersebut terasa berbeda dibandingkan belajar di rumah.
Namun, kebiasaan minum kopi di kalangan Gen Z tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan untuk tetap terjaga. Kopi juga dapat menjadi bagian dari aktivitas sosial. Mengajak teman untuk minum kopi sering kali menjadi cara sederhana untuk bertemu dan berbincang setelah menjalani aktivitas masing-masing.
Media sosial turut membuat budaya minum kopi semakin terlihat. Foto minuman, suasana kedai, hingga rekomendasi tempat ngopi kerap dibagikan melalui media sosial. Hal tersebut membuat pengalaman minum kopi tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga tempat dan suasana.
Meski demikian, kebiasaan mengonsumsi kopi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jumlah kafein yang dikonsumsi, waktu minum, serta tambahan gula pada minuman menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang menjadikan kopi sebagai konsumsi harian.
Fenomena ini menunjukkan bahwa bagi sebagian Gen Z, kopi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar minuman. Kopi dapat menjadi teman beraktivitas, bagian dari interaksi sosial, sekaligus pilihan gaya hidup yang mengikuti perkembangan tren.
Pada akhirnya, kebiasaan tersebut kembali kepada masing-masing individu. Ada yang minum kopi untuk membantu tetap fokus, ada yang menikmatinya sebagai bagian dari waktu bersantai, dan ada pula yang sekadar menyukai rasa serta suasana ketika menikmati kopi.
