Konten dari Pengguna

Indah & Cianjur

Padilah Ramadan

Padilah Ramadan

Mahasiswa STKIP PGRI Situbondo

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Padilah Ramadan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Dunia indah karenanya, https://pixabay.com/id/photos/selamat-hari-valentine-pasangan-1375125/
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Dunia indah karenanya, https://pixabay.com/id/photos/selamat-hari-valentine-pasangan-1375125/

Cianjur - Aku terbangun dalam tidur panjang dan mendapati diri penuh pertanyaan mengenai keindahan dunia.

Malam itu, tepatnya hari senin tannggal 12 maret pukul 20.34, di sebuah bangunan berukuran 6X7 yang berdindingkan kayu, jauh dari hiruk pikuk suara bising kendaraan yang berlalu lalang. kehampaan menghampiri aku bersama kawanku, sebut saja kang dobleh. kami duduk di teras menghadap barat, pandangan yang tidak terlepas dari pohon - pohon besar di temani suara jangkrik yang menggelitik suasana, tak lupa secangkir air hitam tanpa gula. Kawanku, (kang dobleh) dengan topi putih yang menghiasi rambut dan jaket biru menutupi tubuh, ia berkata dengan nada lirih sambil menyeruput air hitam itu, "keindahan dunia itu seperti apa sih.?"

Seketika aku kaget, aku melirihnya dengan tatapan serius. tidak disangka, ia pun membalas lirihanku dengan tatapan lebih serius, "Bajingan," lontarku padanya. 3 detik kami saling tatap dengan mata telanjang karna aneh akan ucapan yang di lontarkan, ia terbahak dengan raut wajah yang konyol, percik air keluar dari goa yang penuh keberangusan, hingga tawa menyelimuti keheningan. seandainya ada hewan yang ditaro di goa itu akan mati dalam keadaan penasaran sebab aroma yang dikeluarkan. Tawa nya penuh dengan kepuasaan, betapa konyolnya ia memiliki pikiran seperti itu.

Mengapa aku bisa berkata seperti itu ya.? Ucapnya. Sambil menatap ribuan bintang yang bergelantungan dilangit - langit.

"Ah itu pikiranmu saja kali..!" jawabku sambil meminum kopi yang sudah terkena percikan tawa tadi.

Suara jangkrik yang mulai tadi menggosipi ku, seolah mereka terganggu dengan tawa kawan ku yang penuh keberangusan. Udara dingin menyelimuti tubuh, layaknya selimut yang menutupi badan seakan merasakan kehangatan. Namun, ini adalah kedinginan yang dirasakan, udara dingin tanpa kompromi terus menerus menghampiri, "Dingin banget yok malam ini," Teriakku dalam hati.

"cewekku minta udahan loh.!"lanjutnya dengan menghela nafas, seolah itu adalah kata yang berat untuk di ucapkan.

Manusia yang selalu berjuang dalam setiap harapannya, manusia yang slalu bekerja keras demi impian dirinya, maupun keluarganya, dengan tanpa henti dan tanpa tau apa itu rasa lelah. "Sangat aneh hal seremeh itu dipikirkannya," dengungku dalam hati.

Kang dobleh, ia merasakan pukulan yang dahsyat saat ini, air hitam yang ku minum ternyata menggambarkan keadaannya, keadaan dimana ia slalu dikucilkan dalam keluarganya. Belum lagi, biaya kuliah yang tidak pernah terlunaskan hingga menginjak semester 8. Antah berantah tujuan hidupnya saat ini, di tambah pacarnya meminta selesai tanpa memahami kondisinya.

"lalu, bagaimana keputusanmu setelah mendengar itu..?" Tegasku, dengan nada yang penuh harapan, dimana akan ada suara tangis menusuk relungku. "Aku tidak punya keputusan," Ucapnya. sambil geleng kepala dan wajah seolah kehilangan harapan untuk hidup diteruskan, tanda ia berat dalam mengambil keputusan.

Detak jam yang menggantung di dinding kayu rumahku terus menerus menghantui, ku tatap secangkir air hitam di depanku hingga perlahan mendingin, setiap tegukan mengingatkan kembali bahwa ia pernah tertawa bersama tanpa luka, cinta yang slalu tumbuh setiap detik setiap jam telah hilang hanya dengan satu kalimat yang diucapkan.

Kring,kring,kriiiiiiing . Terdengar suara dering yang sempat menghilangkan keheningan ,keluar dari handphone yang berada di samping air hitam yang sudah dingin oleh keadaan. Ternyata Rani. perempuan yang membuat ia terjebak dalam suasana malam ini.

"Angkat telponnya," ucapku dengan nada membujuk.

"Tidak, Akhir adalah awal untuk sebuah hubungan," gumamnya dengan nada penuh kekecewaan.

Aku terdiam dengan kening yang mengkerut di balut udara dingin yang menyelimuti. Otak dan hati mengalami benturan yang tak dapat diselesaikan, seolah air hitam tanpa gula tanda bahwa keindahan dunia memang tidak ada.

Apa yang di rasakan ketika kita hendak ditinggalkan oleh seseorang yang sangat disayangi, keluh, kesah, gundah, gulanah, melow..? Semua itu slalu dirasakan. Namun, betulkah jika dunia tidak lagi indah jika ia hilang dalam genggaman.? Pertanyaan itu selalu membersamai hubungan orang yang sedang di ambang kehancuran. Alih - alih percintaan adalah satu - satunya keindahan di dunia. Namun ternyata tidak, semua akan terasa indah jika kita slalu bersyukur dan sadar bahwa apa yang tuhan berikan pada kita, baik maupun buruk, itu adalah yang terbaik bagi manusia. Positif Thinking itu perlu, negatif thinking pun demikian dalam satu keadaan, agar kita tetap sadar bahwa manusia adalah hewan yang berakal.

M.Padilah.Ramadan, Mahasiswa semester 8 STKIP PGRI Situbondo