Konten dari Pengguna

Cerita Pagi Dari Pasar Gamping, Bumbu & Kehangatan Warga Yang Tak Pernah Hilang

Fadlan Rafi'i Azzam

Fadlan Rafi'i Azzam

Mahasiswaa ilmu komunikasi UMY

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fadlan Rafi'i Azzam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hiruk-pikuk pedagang yang menawarkan dagangannya berbaur dengan suara tawar-menawar pembeli. Di antara kesibukan itu, aroma rempah-rempah dan bumbu dapur yang khas menguar ke seluruh penjuru pasar, menciptakan kehangatan yang tak pernah pudar dari waktu ke waktu.

Pasar Gamping bukan sekadar tempat transaksi jual-beli. Bagi warga sekitar, pasar ini adalah jantung kehidupan sosial mereka. Di sini, tetangga bertemu tetangga, cerita berganti cerita, dan tawa renyah mengiringi setiap transaksi. Kehangatan inilah yang membuat pasar tradisional tetap bertahan di tengah gempuran modernitas.

Sumber : Fadlan Rafii (Dokumentasi Pribadi) Tampak Depan dari Soto Lamongan Pak Ji
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Fadlan Rafii (Dokumentasi Pribadi) Tampak Depan dari Soto Lamongan Pak Ji

Di balik kesibukan pasar, tepatnya di area belakang Pasar Gamping, tersembunyi sebuah warung sederhana yang telah menjadi legenda bagi para penikmat kuliner. Warung Soto Lamongan milik Pak Ji telah berdiri sejak tahun 2000, melayani pelanggan setia yang datang silih berganti setiap harinya. Soto Lamongan, hidangan berkuah kuning yang kaya rempah, telah menjadi ikon kuliner Indonesia. Kelezatannya yang khas tidak lepas dari sejarah panjang dan perpaduan budaya yang melatarbelakanginya.

"Saya sudah 25 tahun berjualan di sini. Alhamdulillah, pelanggan selalu ada," ujar Pak Ji sambil tersenyum ramah, tangannya gesit meracik bumbu soto untuk para pelanggannya. Warung yang buka dari pukul 07.30 hingga 15.00 ini tak pernah sepi pengunjung. Dengan harga yang terjangkau, hanya Rp8.000 per porsi, Pak Ji menawarkan kelezatan soto Lamongan yang autentik dengan kuah bening yang gurih, bawang goreng, dan taburan koya gurih.

Sumber : Fadlan Rafii (Dokumentasi Pribadi) Seporsi soto biasa di Soto Lamongaan Pak Ji

"Rahasianya ya konsisten di rasa. Saya pakai resep ayah saya dan tidak pernah mengurangi kualitas bahan," ungkap Pak Ji ketika ditanya tentang kesuksesan dagangannya yang telah bertahan lebih dari dua dekade.Bumbu kehidupan di Pasar Gamping bukan hanya soal rempah-rempah yang dijual para pedagang, tetapi juga tentang rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kenangan yang terus tercipta setiap harinya. Dan selama masih ada pedagang setia seperti Pak Ji, kehangatan itu akan terus terjaga, menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta