Komika Hebat Itu Bukan yang Paling Lucu, Tapi yang Paling Jujur

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fadzia Gangsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut saya, hal yang membuat stand-up comedy menarik bukan hanya lelucon yang membuat orang tertawa. Yang membuatnya terasa dekat adalah kejujuran komikanya. Saat seorang komika bercerita tentang keluarga, pekerjaan, atau kebiasaan kecil sehari-hari, penonton merasa itu juga kisah mereka sendiri. Di situ tawa muncul dengan sendirinya.
Saya mulai memperhatikan ini waktu menonton para komika yang lahir dari ajang Stand Up Comedy Academy di Indosiar. Banyak materi mereka tidak mengandalkan kata-kata rumit atau gaya yang dibuat-buat. Bintang Emon, juara musim ketiga tahun 2017, misalnya, terasa kuat karena membawakan cerita yang dekat dengan kehidupan orang biasa dengan gayanya sendiri.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya melihat ini sebagai pelajaran penting. Kita sering mengira komunikasi yang baik harus terdengar pintar dan rapi. Padahal pesan yang jujur dan mudah dipahami justru lebih cepat sampai ke orang lain. Komika sudah membuktikan hal itu di atas panggung.
Hal lain yang menarik, komika harus berani menertawakan diri sendiri. Tidak semua orang nyaman melakukannya, karena kita biasanya ingin terlihat baik di depan orang banyak. Tapi justru dari kerendahan hati itu penonton merasa percaya. Orang lebih mudah menerima pesan dari seseorang yang apa adanya.
Saya juga merasa komedi punya peran yang sering diremehkan. Banyak persoalan hidup terasa berat kalau dibahas dengan serius, tapi lebih mudah diterima kalau dibungkus dengan humor. Tawa tidak menghilangkan masalah, tapi bisa membuat orang melihatnya dari sudut yang lebih ringan dan membuka obrolan yang sebelumnya terasa canggung.
Jadi buat saya, komika yang hebat bukan hanya yang paling banyak membuat orang tertawa. Komika yang hebat adalah yang berani jujur, mau belajar dari penontonnya, dan bisa mengubah pengalaman pribadi menjadi cerita yang dirasakan banyak orang. Itu pelajaran komunikasi yang menurut saya berlaku bagi siapa saja, bukan hanya mereka yang berdiri di atas panggung.
