Mengalahkan Rasa Takut Dengan Kedermawanan

Seorang mahasiwa jurusan Akuntansi Syariah Kampus Institut Agama Islam SEBI MOTIVASI : yang selalu ingin berkembang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari FAHRUL MUSTOFA ROZI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fenomena takut miskin sering kali dialami oleh manusia. Rasa takut ini dapat mengganggu kondisi psikologis seseorang, bahkan dapat memicu gangguan kecemasan. Tak hanya itu, rasa takut ini menimbulkan keengganan untuk berbagi terhadap sesama, sehingga manusia menahan dirinya untuk bersedekah. Padahal, bersedekah dapat meningkatkan nilai spiritualitas dalam diri kita dan dapat memberikan dampak sosial yang baik di sekitar. Rasa takut akan kemiskinan menjadi penghalang utama bagi manusia untuk bersedekah.Di dalam Al – Qur’an QS Al – Baqar

ah : 287 , dijelaskan bahwa Setan seringkali membisikkan rasa takut ini, meyakinkan manusia bahwasannya bersedekah dapat menyebabkan kurangnya harta dan terjerumus dalam kemiskinan. Namun, Allah menjanjikan ampunan dan karunia bagi manusia yang takut kepadaNya. Rasa takut akan kemiskinan juga dapat menyebabkan manusia cenderung melakukan hal hal yang berdampak buruk bagi sekitarnya. Contohnya mencuri hak milik orang lain, melakukan korupsi dan melakukan suap yang terjadi Ketika rasa takut akan kemiskinan ini muncul.
Pentingnya bersedekah dapat menimbulkan rasa syukur dengan apa yang dimiliki dan menumbuhkan sikap optimisme didalam diri, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi sekitar. Bersedekah bukan tentang berkurangnya harta, melainkan terbukanya pintuk rezeki yang lebih besar, bukan tentang terjerumus dalam kemiskinan, melainkan memberikan manfaat dan menyebarkan kebahagiaan bagi orang lain. Bersedekah bukan hanya ibadah sosial, tetapi juga sebagai bentuk penyucian diri dan harta, meyakinkan bahwa harta hanyalah titipan, dan Ketika digunakan dengan benar, ia justru mendatangkan keberkahan. Dalam berbagai kisah, orang yang dermawan cenderung hidup dengan ketenangan.
Rasa takut miskin hanyalah ilusi yang dapat melemahkan semangat memberi. Kedermawanan adalah obat yang mampu menghapus rasa takut tersebut dan menggantinya dengan keyakinan pada janji Allah. Memberi dari harta yang baik bukan berarti mengurangi, tetapi justru membuka jalan keberkahan dan ampunan dari sang Ilahi. Mulailah dari Langkah kecil : memberi dengan ikhlas, meski jumlahnya sederhana. Namun ingatlah, memberi bukan dinilai dari seberapa besar pemberian, melainkan ketulusan hati dibaliknya.
