Konten dari Pengguna

Dewasa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fajar Widi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dewasa
zoom-in-whitePerbesar

Ada sebuah rumah di tepi gunung yang terbakar api. Di sana seoarang anak bermain dengan asik tanpa sadar bahaya mengancam. Sang Ayah pun memanggil. Sang anak tampak tak peduli.

Sang Ayah lalu mengiming-imingi mainan dan permen pada sang anak. Melihat mainan dan permen , anak pun langsung berlari ke ayahnya. Si anak pun lantas selamat dari kobaran api.

Sang anak kini sudah dewasa, ia tak perlu iming-iming lagi. Karena dia sudah dewasa, ia tentu sadar akan bahaya. Dia selamat karena kini sudah mengerti. Dia sudah dewasa.

Itulah sebuah ilustrasi dari kedewasaan. Kedewasaan Spiritual.

Seorang yang sudah dewasa secara spiritual tak perlu ditakut-takuti lagi oleh dosa dan neraka.

Tak perlu iming-iming pahala dan surga. Tak perlu ada jual beli dalam ber-agama. Seorang yang sudah dewasa melakukannya penuh cinta kasih dan kesadaran. Bagai seorang ibu yang rela mengerjakan apapun bahkan demi nyawa anaknya, tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Hidup ini adalah sebuah perjalanan spiritual. Proses pendewasaan individu membutuhkan waktu. Ketika manusia sudah dewasa, ia bakal berterimakasih pada semua dogma yang dulu pernah diterima. Yang membingingnya dan menyelamatkannya ketika dia masih anak-anak.

Tetapi, masa itu telah lewat. Sekarang dia bebas mendapatkan kebenaran di manapun, kapanpun dan dari siapapun yang bersumber dari sang pencipta.

Karena dia sudah dewasa.

“Spirituality is a personal relationship with the Divine. Religion is crowd control”