Menyatukan Langkah, Menguatkan Amanah: Pelantikan Pengurus KMPLS 2026-2027

Mahasiswa UIN Jakarta Fakultas Syari'ah dan Hukum Prodi Hukum Keluarga
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Faliq zulham Safa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pergantian kepengurusan bukan sekadar pergantian nama dan jabatan, melainkan awal dari perjalanan baru untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi. Semangat inilah yang mewarnai pelantikan pengurus Keluarga Mahasantri Pesantren Luhur Sabilussalam (KMPLS) masa bakti 2026–2027 dengan nama Kabinet Harmoni.
Alhamdulillah, acara pelantikan pengurus KMPLS berlangsung di lingkungan Pesantren Luhur Sabilussalam. Dalam kesempatan tersebut, para pengurus resmi dilantik oleh Prof. Dr. H. D. Hidayat, M.A. Momen ini menjadi langkah awal bagi Kabinet Harmoni untuk menjalankan amanah serta melanjutkan perjalanan organisasi mahasantri ke arah yang lebih baik.
Nama Kabinet Harmoni membawa harapan agar setiap pengurus mampu berjalan beriringan, saling menghargai perbedaan, dan membangun kerja sama dalam menjalankan roda organisasi. Sebab, organisasi bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi juga bagaimana setiap orang mampu mengambil peran dan bergerak bersama demi tujuan yang sama.
Di lingkungan pesantren mahasiswa, KMPLS memiliki ruang penting sebagai wadah untuk belajar berorganisasi sekaligus membangun kebersamaan. Melalui organisasi ini, mahasantri dapat belajar menyampaikan pendapat, menyelesaikan persoalan, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab atas keputusan yang telah disepakati bersama.
Namun, amanah kepengurusan tentu tidak berhenti pada prosesi pelantikan. Tantangan sesungguhnya dimulai ketika setiap program harus dijalankan, aspirasi perlu didengarkan, dan berbagai perbedaan harus disikapi dengan kedewasaan. Di sinilah nilai harmoni diuji, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata.
Kabinet Harmoni diharapkan mampu menghadirkan kepengurusan yang terbuka terhadap kritik dan saran, mengutamakan musyawarah, serta menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan begitu, organisasi tidak hanya menjadi tempat menjalankan program kerja, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membentuk karakter dan kepemimpinan.
Pada akhirnya, pelantikan ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari sebuah pengabdian. Setiap amanah membutuhkan kesungguhan, setiap perbedaan membutuhkan kebijaksanaan, dan setiap tujuan membutuhkan kerja sama.
Dengan semangat Menyatukan Langkah, Menguatkan Amanah, Kabinet Harmoni KMPLS masa bakti 2026–2027 diharapkan mampu melangkah bersama, menjaga kepercayaan, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi keluarga besar Pesantren Luhur Sabilussalam.
