Konten dari Pengguna

Mengubah "Sibuk" Menjadi "Produktif": Pelajaran Manajemen untuk Remaja Masa Kini

Fandy Gunawan

Fandy Gunawan

Mahasiswa universitas Pamulang angkatan 2025

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fandy Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia pendidikan kita sering kali terjebak dalam rutinitas transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge). Siswa digenjot untuk menghafal rumus matematika, memahami teori sains, atau menguasai tata bahasa demi lulus ujian dan masuk perguruan tinggi favorit. Namun, sering kali ada satu aspek krusial yang terlewat dalam kurikulum formal: bagaimana seorang remaja mengelola dirinya sendiri, waktunya, dan sumber daya di sekitarnya.

Padahal, jika ditarik lebih luas, kemampuan manajemen seperti merencanakan prioritas, mengelola waktu, memimpin diri sendiri, dan mengambil keputusan adalah fondasi utama yang menentukan apakah seseorang kelak menjadi individu yang tangguh atau justru mudah goyah di tengah kompleksitas zaman.

Padahal, jika ditarik lebih luas, kemampuan manajemen—seperti merencanakan prioritas, mengelola waktu, memimpin diri sendiri, dan mengambil keputusan—adalah fondasi utama yang menentukan apakah seseorang kelak menjadi individu yang tangguh atau justru mudah goyah di tengah kompleksitas zaman.

kebersamaan bersama siswa dari sma islamiyah yayasan darul Irfan sawangan Depok

Kesadaran inilah yang mendorong kami, sekelompok mahasiswa, untuk turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Senin, 26 Oktober 2026 lalu. Berinteraksi secara langsung dengan para siswa di SMA Islamiyah Yayasan Darul Irfan, Sawangan, Depok, membuka mata kami bahwa di balik potensi besar generasi muda, tersimpan kebutuhan mendesak akan literasi manajemen praktis yang aplikatif untuk kehidupan sehari-hari mereka.

Mengapa Pelajar Perlu Belajar Manajemen?

Selama ini, kata "manajemen" kerap diidentikkan dengan dunia korporasi, bisnis besar, atau urusan orang dewasa di kantor. Padahal, manajemen pada hakikatnya adalah seni mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tertentu.

Bagi seorang pelajar, sumber daya utama mereka bukanlah uang atau aset perusahaan, melainkan waktu, energi, dan fokus.

Tantangan anak muda hari ini jauh lebih berat dibandingkan generasi sebelumnya. Godaan gawai, distraksi media sosial, tuntutan akademik, serta organisasi sekolah sering kali membuat mereka kewalahan. Tanpa kesadaran manajemen yang baik, banyak pelajar terjebak dalam kebiasaan menunda-nunda pekerjaan (procrastination), stres akibat ketidakmampuan mengatur waktu, hingga kebingungan dalam menetapkan prioritas hidup.

antusiasme siswa selama kegiatan dii ruang kelas

Ketika kami hadir langsung di ruang-ruang kelas SMA Islamiyah Darul Irfan, terlihat jelas antusiasme para siswa ketika diajak merefleksikan bagaimana mereka menghabiskan waktu 24 jam sehari. Sebagian besar dari mereka baru menyadari bahwa waktu yang terasa "sempit" sebenarnya bukan karena kurang, melainkan karena minimnya perencanaan dan skala prioritas.

Tiga Pilar Kompetensi Manajemen untuk Remaja

Membangun kompetensi manajemen pada pelajar tidak perlu muluk-muluk langsung mengajarkan teori manajemen strategis ala korporasi multinasional. Hal itu dapat dimulai dari tiga pilar sederhana yang relevan dengan dunia mereka:

1. Manajemen Diri (Self-Management): Ini adalah titik awal. Pelajar perlu dilatih mengenali potensi diri, memahami emosi, serta memiliki disiplin internal. Kemampuan menolak distraksi instan demi tujuan jangka panjang adalah inti dari pilar ini.

2. Manajemen Waktu dan Skala Prioritas: Menggunakan matriks sederhana untuk membedakan mana hal yang mendesak dan mana yang penting. Pelajar diajak untuk bergeser dari sekadar "sibuk" menjadi "produktif".

3. Manajemen Proyek Kecil (Task & Resource Management): Melatih mereka mengelola kegiatan sehari-eari, seperti menyusun kepanitiaan kecil di sekolah, mengelola keuangan saku, atau merancang target belajar menjelang ujian secara sistematis.

Peran Kolaboratif Mahasiswa dan Sekolah

bentuk kolaborasi mahasiswa dengan pihak sekolah

Sebagai mahasiswa yang memegang peranan sebagai agen perubahan (agent of change), kami menyadari bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya soal teori di ruang kuliah, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang dipelajari dapat berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan pengabdian yang kami laksanakan di Sawangan, Depok ini membuktikan bahwa metode experiential learning belajar melalui pengalaman langsung, simulasi interaktif, dan diskusi dua arah jauh lebih efektif diserap oleh remaja ketimbang ceramah satu arah. Para siswa SMA Islamiyah Darul Irfan diajak langsung mempraktikkan cara membuat perencanaan kegiatan sederhana dan merasakan sendiri manfaatnya untuk pengembangan diri mereka.

Menyongsong Generasi yang Mandiri dan Solutif

Bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia tidak akan otomatis menjadi berkah jika sumber daya manusianya, yakni para pemuda hari ini, tidak memiliki kemandirian dan kecakapan mental yang matang. Kompetensi manajemen adalah salah satu "baju zirah" terpenting yang harus mereka kenakan untuk menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Sudah saatnya kita memandang pendidikan karakter dan kecakapan hidup (life skills) bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai menu utama di dunia pendidikan. Dengan membangun kesadaran dan kompetensi manajemen sejak bangku sekolah—seperti yang mulai digelorakan dari ruang-ruang kelas di Depok ini—kita sedang menanam benih-benih pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak, terstruktur, dan tangguh dalam mengelola kehidupan mereka.

penulis adalah mahasiswa dari universitas pamulang yang melaksanakan kegiatan pkm ( pengabdian kepada masyarakat) pada tanggal 26 Oktober 2026 di SMA islamiyah yayasan darul Irfan SAWANGAN-DEPOK. nama anggota:

1. Fandy Gunawan malau ( ketua)

2. Muhammad dava Rahmadani ( anggota)

3. Muhammad teguh Islam (anggota)

4. zulfathoni Akbar ( anggota)