Dukung UMKM Pangan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kunjungi Produksi Tempe

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Farida Putri Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) posko 10 mendukung pengembangan usaha mikro di sektor pangan dengan mengunjungi salah satu produksi tempe di dusun Prampelan, desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang pada Jum'at, 1 Agustus 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari program kerja devisi ekonomi kreatif yang berfokus pada penguatan potensi ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Tim KKN disambut baik oleh pemilik usaha tempe rumahan yang telah berdiri sejak 2017. "Produksi ini turun temurun dari orang tua saya, dan saya belajar dari Kakak saya yang paling tua sejak saya SD." Ujar Sarwoto. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga belajar tentang proses pembuatan tempe mulai dari perebusan kedelai, perendaman kedelai, penggilingan kedelai, Penyaringan kedelai, menghaluskan kedelai, mengeringkan kedelai, pemberian ragi, pengemasan, dan fermentasi.
Mahasiswa tidak hanya belajar membuat tempe, tapi juga belajar kehidupan berwirausaha. Sarowoto sebagai pemilik usaha bercerita tentang kehidupan berwirausaha tidak selalu mulus dan sukses, tapi ada proses yang harus ditempuh untuk mencapai keberhasilan. "Dagang iku kadang Munggah mudun, ora kudu langsung sukses." Ujar Sarwoto sebagai pemilik Usaha. Setelah melakukan observasi di tempat produksi tempe, mahasiswa KKN juga memberikan tawaran pembuatan banner dan pemasaran melalui Facebook. "Diharapkan melalui pemasangan banner dan pemasaran di Facebook akan lebih dikenal banyak orang." Ujar Alam sebagai mahasiswa KKN UIN Walisongo. Dengan adanya kunjungan ini, KKN MIT UIN Walisongoo posko 10 berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM terkhusus dibidang ketahanan pangan berbasis lokal seperti produksi tempe.
