Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Dampingi Santri Madin dalam kegiatan Ziarah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Farida Putri Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendampingan Kegiatan Santri Madin Hidayatul Muttaqin dalam Kegiatan ziarah di Maqbaroh Mbah Santri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 10 turut berpartisipasi dalam kegiatan ziarah di Maqbaroh Mbah Santri bersama santri Madin Hidayatul Muttaqin Desa Mlilir, pada Kamis, 17 Juli 2025. Kegiatan ini dilakukan secara rutin pada malam Jum'at legi.

Kegiatan ziarah ke Maqbaroh Mbah Santri bersama santri Madin Hidayatul Muttaqin Desa Mlilir
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan ziarah ke Maqbaroh Mbah Santri bersama santri Madin Hidayatul Muttaqin Desa Mlilir

Rutinitas ziarah pada malam Jum'at legi dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan sejak dini tentang tradisi ziarah sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan. "Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena menanamkan hal-hal positif sejak dini, sehingga diharapkan dapat melekat hingga dewasa nanti." Ujar Ustadzah Ani selaku guru di Madin Hidayatul Muttaqin.

Kegiatan ziarah ini dimulai setelah salat Ashar yang dilakukan di Masjid Hidayatul Muttaqin, tepatnya pada pukul 16.00 WIB. Santri-santri Madin sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan ziarah. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Asmaul Husna dan sholawat. Kemudian, mahasiswa KKN turut mendampingi santri menuju Maqbaroh Mbah Santri. Sesampainya di sana, santri dibimbing untuk melantunkan tahlil dan doa.

Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 10 dampingi santri Madin Hidayatul Muttaqin.

"Kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan secara konsisten, selain meningkatkan pengalaman spiritual juga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar." Ujar Saniyah Salsabila selaku Mahasiswa KKN.

Dengan begitu kegiatan ziarah ini sangat penting untuk dilestarikan, terutama kepada anak muda yang kini sedang digempur oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat. Diharapkan, ketika tradisi ini diajarkan sejak dini dapat memberikan dampak positif terhadap aspek sosial dan spiritual.