Magang di Coffee Shop, Jembatan Teori dan Praktik Dunia Kerja

Mahasiswa Akuntansi Perpajakan Universitas Pamulang
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Syaihumul Fattah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah meningkatnya tren budaya ngopi di perkotaan, coffee shop bukan hanya sekadar tempat nongkrong, tetapi juga menjadi ruang belajar yang nyata bagi mahasiswa. Laporan magang di Kawalogy Coffee Shop Joglo menunjukkan bagaimana sebuah usaha kuliner mampu menjadi sarana pembelajaran komprehensif: mulai dari pelayanan pelanggan, pencatatan transaksi, manajemen stok, hingga strategi pemasaran.
Mahasiswa tidak hanya belajar menyajikan minuman atau mengoperasikan kasir, tetapi juga memahami dinamika manajemen usaha, koordinasi antar cabang, serta pentingnya menjaga kualitas layanan. Temuan seperti waktu tunggu yang lama, pencatatan stok manual, dan kesalahan penyajian pesanan menjadi refleksi bahwa dunia kerja penuh tantangan yang menuntut solusi kreatif.
Dari sisi perusahaan, keberadaan mahasiswa magang membawa manfaat berupa tenaga tambahan, ide segar, dan peluang rekrutmen. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja, melatih keterampilan interpersonal, serta menghubungkan teori akuntansi dan manajemen dengan praktik nyata.
Dengan demikian, magang di coffee shop seperti Kawalogy bukan sekadar memenuhi syarat akademik, tetapi juga menjadi jembatan strategis antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Coffee shop yang biasanya identik dengan gaya hidup, kini terbukti mampu menjadi ruang pembelajaran profesional yang relevan dan inspiratif bagi generasi muda.
