Dari "Kertas Kosong" hingga Jadi "Omah"

Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS)
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fawnia Intan Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki dunia perkuliahan merupakan langkah awal bagi mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan iklim akademik sekaligus membangun rasa kekeluargaan di lingkungan kampus. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2025 menggelar rangkaian acara pembekalan bertajuk Malam Koneksi 2026 yang diakhiri dengan panggung kreasi raya bernama Doelanan.
Mengusung "Omah" sebagai Rumah Kehangatan
Malam Koneksi 2026 mengusung tema besar "Omah" (bahasa Jawa yang berarti rumah) untuk menonjolkan nilai kehangatan, keeratan, dan kekeluargaan. Ketua Malam Koneksi, Galatia Agastya Warsana (Gala), menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa baru angkatan 2026 dengan pengetahuan dan ilmu baru sebagai fondasi penting perkuliahan maupun dunia komunikasi.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama beberapa minggu, mencakup acara gabung perdana, talkshow, game, seminar, dan gelar karya. Seluruh rangkaian pembekalan ini didampingi oleh mahasiswa angkatan 2025 yang berperan sebagai panitia dan pengarah (Steering Committee/SC) guna menyalurkan ilmu serta evaluasi dari pengalaman penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Dari "Kertas Kosong" Menjadi Panitia Solid di Panggung Doelanan
Puncak dari rangkaian Malam Koneksi adalah panggung Kreasi Raya yang dinamai Doelanan. Berbeda dari rangkaian seminar sebelumnya, seluruh struktur kepanitiaan dan pengisi acara (performers) Doelanan diisi penuh oleh mahasiswa baru angkatan 2026.
Ketua Panitia Doelanan, Muhammad Farel Hardy Wicaksono (Farel), mengungkapkan bahwa kondisi mahasiswa angkatan 2026 pada awal pembentukan kepanitiaan masih belum terarah dan ibarat "kertas kosong". Namun, melalui alur komunikasi yang terstruktur dari ketua, koordinator divisi, hingga anggota staf, proses manajemen acara dapat berjalan dengan terarah.
Proses latihan rutin para talent, momen menghias panggung bersama di Divisi Dekorasi, perancangan visual di Divisi PDD, hingga Rapat Besar (Rabes) dan gladi bersih menjadi ruang utama yang membentuk chemistry dan solidaritas sesuai sub-tema "Sakarya Saya Suka". Gala menambahkan bahwa perkembangan paling terlihat adalah mahasiswa baru yang sebelumnya belum pernah berorganisasi atau tampil di depan umum kini berani menunjukkan potensinya. Farel juga menegaskan bahwa anggota angkatan 2026 mengalami peningkatan skill secara nyata dalam hal manajemen organisasi dan acara.
Menghadapi Tantangan Lokasi dan Cuaca
Pelaksanaan rangkaian acara ini tak lepas dari dinamika teknis di lapangan. Pada aspek lokasi, Aula FISIP UNS yang digunakan untuk sesi seminar sempat berada dalam proses perbaikan di awal kegiatan. Di sisi lain, panitia mengkhawatirkan risiko hujan saat acara puncak Doelanan yang digelar secara outdoor di Hutan FISIP UNS pada sore hari.
Melalui persiapan rencana cadangan (Plan B) sejak jauh hari, perbaikan Aula FISIP akhirnya selesai tepat waktu dan puncak acara Doelanan di Hutan FISIP pada sore hari dapat berlangsung lancar tanpa terganggu hujan.
Lebih dari Sekadar Acara: Sebuah Awal Perjalanan di "Omah" Komunikasi UNS
Pada akhirnya, Malam Koneksi 2026 dan panggung Doelanan bukan sekadar ajang unjuk bakat atau pemenuhan program kerja semata. Dari lembaran "kertas kosong" yang awalnya ragu, mahasiswa baru angkatan 2026 telah membuktikan keberhasilan mereka dalam mengukir karya dan memimpin sebuah acara secara mandiri.
Filosofi "Omah" tidak berhenti sebagai slogan di atas kertas. Melalui peluh persiapan dan dekorasi bersama, riuh latihan talent, hingga keberanian tampil di panggung Hutan FISIP pada sore hari, "Omah" itu nyata berdiri tegak—bukan dalam wujud fisik, melainkan dalam kehangatan rasa saling percaya dan solidaritas angkatan yang kokoh.
Malam Koneksi 2026 mungkin telah usai, tetapi rasa kekeluargaan yang telah terpatri akan terus menjadi rumah hangat bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2026 dalam mengarungi dinamika perkuliahan hingga masa depan.
