Semangat DIY Skateboarder BSD Menyambut Go Skateboarding Day

Skateboard bukan sekadar hobi bagi saya, tetapi bagian dari perjalanan hidup. Saya seorang mahasiswa universitas pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fazar Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Go Skateboarding Day menjadi salah satu momen yang ditunggu oleh para skateboarder untuk berkumpul dan merayakan kecintaan mereka terhadap skateboard. Kegiatan ini biasanya diisi dengan berbagai aktivitas yang melibatkan para skater dan komunitas. Pada 21 Juni 2025, perayaan Go Skateboarding Day di BSD menarik perhatian karena diselenggarakan dengan semangat mandiri atau DIY (Do It Yourself). Acara ini menunjukkan bahwa sebuah komunitas dapat membuat kegiatan yang meriah dengan mengandalkan kreativitas dan kerja sama anggotanya.
Perayaan Go Skateboarding Day yang saya lihat di BSD diselenggarakan oleh komunitas skateboard IC3 WORKS. Acara tersebut berlangsung di Gedung GIPTI pada 21 Juni 2025 dan dihadiri oleh para skateboarder yang ingin ikut meramaikan kegiatan. Tidak hanya sekadar berkumpul dan bermain skateboard, acara ini juga menyediakan berbagai aktivitas yang membuat para peserta dapat berinteraksi dan bersenang-senang bersama.

Salah satu kegiatan yang cukup menarik adalah games yang dibuat untuk para skater. Peserta dapat mengikuti permainan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Untuk memberikan apresiasi kepada peserta, tersedia berbagai hadiah menarik, mulai dari T-shirt, topi, jaket, hingga sepatu. Kehadiran hadiah tersebut membuat para skateboarder semakin bersemangat untuk mengikuti permainan yang telah disediakan.
Hal lain yang menurut saya menarik adalah pembuatan obstacle skateboard yang dilakukan sendiri oleh komunitas. Dengan memanfaatkan kreativitas dan kemampuan yang mereka miliki, anggota komunitas membuat berbagai obstacle yang dapat digunakan selama acara. Mereka berusaha menciptakan fasilitas sendiri agar kegiatan skateboard dapat berlangsung dengan lebih menarik. Hal ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana konsep DIY diterapkan dalam sebuah acara komunitas.
Dalam hal pendanaan, acara tersebut juga tidak sepenuhnya bergantung pada pihak luar. Beberapa skateboarder yang memiliki brand sendiri ikut memberikan dukungan dengan menyumbangkan produk dari brand mereka. Produk yang diberikan dapat digunakan sebagai hadiah maupun membantu kebutuhan acara. Menurut saya, hal ini menunjukkan adanya kepedulian dari para skateboarder terhadap komunitas dan keinginan untuk ikut menyukseskan acara bersama.
Selain donasi produk, dana acara juga dikumpulkan melalui iuran dari anggota komunitas. Para anggota melakukan patungan dengan jumlah yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Tidak ada tuntutan untuk memberikan jumlah tertentu karena yang lebih penting adalah adanya kemauan untuk berkontribusi. Dari sini terlihat bahwa sebuah acara dapat berjalan ketika setiap orang memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya.
Konsep DIY dalam acara ini tidak hanya terlihat dari cara mendapatkan dana, tetapi juga dari proses persiapannya. Para anggota komunitas ikut mengambil bagian dalam berbagai kebutuhan acara, termasuk menyiapkan obstacle dan kegiatan untuk para peserta. Mereka menggunakan apa yang tersedia dan mengandalkan ide-ide kreatif untuk membuat acara menjadi lebih menarik. Keterlibatan bersama inilah yang membuat acara terasa memiliki identitas komunitas yang kuat.
Menurut saya, pengalaman melihat acara tersebut memberikan gambaran bahwa skateboard bukan hanya tentang melakukan trik atau bermain di atas papan. Di baliknya terdapat hubungan antaranggota komunitas yang dibangun melalui kerja sama dan rasa saling mendukung. Para skateboarder dapat menyatukan kemampuan, ide, dan sumber daya mereka untuk menciptakan sebuah kegiatan yang dapat dinikmati bersama. Nilai kebersamaan seperti ini menjadi salah satu bagian penting dari budaya skateboard.
Go Skateboarding Day BSD yang diselenggarakan oleh IC3 WORKS pada 21 Juni 2025 membuktikan bahwa acara yang besar dan menarik tidak selalu harus bergantung pada sponsor. Dengan menggabungkan iuran komunitas, donasi produk dari para pemilik brand, serta kreativitas dalam membuat fasilitas sendiri, acara tersebut dapat terlaksana dengan baik. Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya sebuah perayaan skateboard, tetapi juga contoh nyata tentang kemandirian, solidaritas, dan kreativitas yang dimiliki oleh sebuah komunitas.
