FORMABI KIP-K UIN Jakarta Dorong Kemajuan Pendidikan di Desa Bendungan, Jonggol

Mahasiswa aktif Pendidikan Biologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Silvia widia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Bendungan, Jonggol menjadi saksi hadirnya semangat pengabdian mahasiswa Forum Mahasiswa Bidikmisi KIP-K (FORMABI KIP-K) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lewat kegiatan Bakti Sosial (Baksos) 2.0. Bukan sekedar datang kami membawa misi besar yaitu pemerataan pendidikan dan peningkatan semangat belajar anak-anak SDN Balekambang 02 serta TPQ Al-Inayah. Para mahasiswa menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan kurikulum sekolah, lalu memodifikasinya menjadi metode belajar kreatif melalui permainan edukatif. “Anak-anak disini aktif sekali, jadi kami buat sistem belajar sambil bermain,” ujar Nu’ainun Mubin (20) selaku salah satu relawan pada Jum’at (15/08/2025). Meski jalan menuju sekolah belum di aspal dengan baik dan kerap menjadi tantangan, terutama saat hujan, semangat belajar dan mengajar tidak surut. Bahkan, beberapa guru sempat bercerita pernah ada murid yang mengalami kecelakaan karena kondisi jalan menuju sekolah rusak parah. Tak hanya itu, fasilitas toilet untuk wudhu juga belum memadai, seringkali air mati. Namun, kelas yang terawat, dan semangat guru menjadi modal yang berharga. “Pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata merata, mulai dari fasilitas hingga tenaga pengajar. Sebagai mahasiswa, kami terdorong memberi dampak nyata karena pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa,” ujar Mu’ainun Mubin (20), pada Jum’at (15/08/2025). Di sisi lain, Muhammad Alif Ramadhani (21) selaku Steering Committe menegaskan bahwa Baksos ini lahir dari keresahan atas ketidakadilan akses pendidikan, terutama di daerah 3T. “Kami ingin memberikan cerminan bagi pemangku kebijakan untuk hadir dan peduli di tengah masyarakat,” ungkapnya pada Jum’at (15/08/2025).

Tak hanya di SDN Balekambang 02, mahasiswa juga berkolaborasi dengan TPQ Al-Inayah yang dipimpin oleh Siti Fatma Khairiyah (34) sejak 2018. TPQ ini rutin mengadakan kegiatan mengaji dari Senin hingga Sabtu, lengkap dengan hafalan Al-Qur’an, setoran surah seperti Al-Waqi’ah dan Al-Mulk, hingga mewarnai dan belajar huruf abjad bagi anak usia dini.
“Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi jalan dan fasilitas MCK di TPQ yang belum memadai, karena ini suatu tantangan bagi murid yang ingin mengaji di tempat ini,” ujar Siti Fatma Khairiyah (34) selaku pendiri TPQ, pada Jum’at (15/08/2025).
