Konten dari Pengguna

KKN UMY Dorong UMKM Pucung Naik Kelas Lewat Digital Marketing dan Pertanian

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Figi Nurmelia Agista tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Sosialisasi Digital Marketing UMKM Padukuhan Pucung, Selasa (17/02/2026). Dokumentasi Pribadi: Figi Nurmelia Agista
zoom-in-whitePerbesar
Foto Sosialisasi Digital Marketing UMKM Padukuhan Pucung, Selasa (17/02/2026). Dokumentasi Pribadi: Figi Nurmelia Agista

Padukuhan Pucung, Kalurahan Ngargosari – Suasana siang itu tampak berbeda di Aula Padukuhan Pucung. Beberapa ibu pelaku UMKM duduk rapi memperhatikan pemaparan materi, sementara di sudut ruangan sebuah proyektor menyala menampilkan tampilan materi. Inilah wujud nyata kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak lagi sekadar hadir sebagai agenda tahunan mahasiswa. Di Padukuhan Pucung, KKN menjadi ruang pemberdayaan yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat: penguatan pemasaran UMKM dan pemanfaatan limbah peternakan secara produktif.

Dalam program sosialisasi digital marketing, mahasiswa KKN menggandeng pelaku UMKM setempat untuk memahami pentingnya usaha di era digital. Kegiatan ini tidak berhenti pada teori, tetapi dilengkapi praktik langsung fotografi produk menggunakan teknik sederhana namun efektif. Dengan memanfaatkan pencahayaan alami dan latar belakang yang bersih, para pelaku UMKM diajarkan cara mengambil foto produk yang menarik untuk diunggah ke media sosial maupun marketplace. Mahasiswa turut mendampingi satu per satu peserta, memastikan setiap produk, mulai dari olahan makanan hingga hasil pertanian, terlihat lebih profesional dan layak jual. Tak hanya itu, peserta juga diajak praktik langsung mendaftarkan lokasi usaha mereka ke Google Maps. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memudahkan pelanggan menemukan lokasi UMKM.

Dokumentasi praktik fotografi produk oleh narasumber, Selasa (17/02/2026). Dokumentasi Pribadi: Figi Nurmelia Agista

Di sisi lain, mahasiswa KKN juga menggagas program pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai pupuk organik untuk penanaman cabai rawit dan tomat. Program ini lahir dari potensi lokal, mengingat sebagian warga memiliki ternak kambing namun limbahnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui pendampingan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT), kotoran kambing diolah menjadi pupuk kompos yang siap digunakan. Bibit cabai rawit dan tomat kemudian ditanam dalam polybag, sehingga dapat ditempatkan di pekarangan rumah masing-masing. Cabai dan tomat dipilih karena menjadi kebutuhan pokok rumah tangga serta memiliki nilai jual yang stabil di pasaran.

Dokumentasi Kegiatan Pengolahan Limbah Kotoran Kmbing untuk Penanaman Bibit Tomat dan Cabai Rawit Bersama Kelompok KWT Padukuhan Pucung, Kamis (12/02/2026). Dokumentasi Pribadi: Figi Nurmelia Agista

Dalam praktiknya, mahasiswa terlibat langsung mulai dari proses pencampuran pupuk, pengisian media tanam, hingga penanaman bibit. Kegiatan dilakukan secara gotong royong, mencerminkan semangat kolaborasi antara generasi muda dan masyarakat.

Program ini sekaligus mengedukasi warga tentang pentingnya pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah yang bernilai ekonomis. Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan peluang tambahan pendapatan.