Departemen Pariwisata UNP Perkuat Kapasitas Pengelola Homestay Nagari Tarantang

Kontributor
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Riza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pelatihan digital marketing dan pelayanan front office mendorong promosi yang lebih efektif serta layanan homestay yang profesional dan berkelanjutan.

Harau, 2 Agustus 2026 — Departemen Pariwisata Universitas Negeri Padang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, pada 1–2 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui hibah skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Tahun 2026.
Program pengabdian diketuai oleh Fran Serano Andres, S.T., M.M., dosen Departemen Pariwisata Universitas Negeri Padang. Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Nagari Tarantang sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan, pelayanan, dan pemasaran homestay.
Kegiatan dibuka oleh Wali Nagari Tarantang, Sudahri S., S.E., M.M., yang diwakili oleh Rio Pramana P., S.ST. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kerja sama yang terjalin bersama Departemen Pariwisata UNP melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pemerintah Nagari Tarantang berharap pelatihan tersebut dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan oleh para pelaku homestay. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga diharapkan dapat terus dikembangkan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan pariwisata di Nagari Tarantang.
Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa Departemen Pariwisata UNP, serta para pemilik, pengelola, dan karyawan homestay di Nagari Tarantang. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antara akademisi, pemerintah nagari, dan pelaku usaha pariwisata.
Pelatihan pertama mengangkat topik Digital Marketing Homestay yang disampaikan oleh Fondina Gusriza dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Sesi diawali dengan pemetaan terhadap kegiatan pemasaran yang telah dilakukan oleh masing-masing homestay beserta strategi yang selama ini digunakan.
Dalam pemaparannya, Fondina menjelaskan model pemasaran yang ideal bagi usaha homestay, pemilihan kanal digital yang sesuai, penyusunan konten promosi yang menarik, serta pentingnya konsistensi dalam mengelola media pemasaran. Peserta juga diajak mengidentifikasi karakteristik homestay yang perlu ditonjolkan agar memiliki pembeda yang kuat di tengah persaingan usaha akomodasi.
Keunggulan homestay tidak hanya terletak pada fasilitas kamar, tetapi juga pada keramahan tuan rumah, kebersihan, suasana lingkungan, kedekatan dengan objek wisata, budaya masyarakat setempat, serta pengalaman autentik yang dapat diperoleh wisatawan selama menginap.
Pelatihan kedua berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan bidang front office dalam konteks operasional homestay. Materi disampaikan oleh Rahmi Fadilah, M.Pd. dari Universitas Negeri Padang.
Materi pelatihan mencakup penerapan service excellent, prosedur penerimaan tamu, proses check-in dan check-out, komunikasi dengan wisatawan, serta teknik handling complaint atau penanganan keluhan. Selain menerima penjelasan, peserta mengikuti simulasi agar dapat memahami penerapan standar pelayanan dalam situasi yang mungkin ditemui pada operasional homestay sehari-hari.
Para peserta diarahkan untuk memahami bahwa kualitas interaksi antara pengelola dan tamu sangat memengaruhi kepuasan wisatawan, ulasan pada platform digital, serta kemungkinan wisatawan untuk kembali atau merekomendasikan homestay kepada orang lain.
Melalui kegiatan pengabdian ini, pihak homestay diharapkan mampu meningkatkan efektivitas promosi, terutama melalui pemanfaatan media digital yang terarah. Pada saat yang sama, pemilik, pengelola, dan karyawan homestay diharapkan dapat menjalankan standar pelayanan yang lebih profesional, mulai dari proses reservasi dan kedatangan hingga penanganan keluhan dan keberangkatan tamu.
Sinergi antara pengelola homestay, Pemerintah Nagari Tarantang, dan akademisi diharapkan terus berlanjut melalui pendampingan yang berkesinambungan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas homestay, kepuasan wisatawan, dan daya saing Nagari Tarantang sebagai bagian dari kawasan destinasi wisata Harau yang berkelanjutan.
“Promosi yang kuat perlu berjalan beriringan dengan pelayanan yang konsisten agar homestay mampu memberikan pengalaman menginap yang berkesan.”
