Konten dari Pengguna

Pengembangan Website untuk Promosi Desa Wisata Kebangsaan

Riza

Riza

Kontributor

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Riza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengembangan pariwisata saat ini menjadi salah satu program unggulan dalam pembangunan daerah. Pengembangan ini sejalan dengan bertumbuh kembangnya desa wisata yang telah mencapai 3.419 desa wisata dari 34 provinsi di Indonesia (data Kemenparekraf 2022). Pengembangan desa wisata harus diikuti dengan pengembangan pemasaran dan promosi. Perkembangan promosi berbasis digital dalam industri pariwisata memanfaatkan media sosial seperti: Instagram, Facebook, Twitter, Tiktok, Website dan lain sebagainya.

Upaya dalam pemasaran digital pernah dilakukan oleh Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo, akan tetapi terhenti pada tahun 2018. Desa penyangga Taman Nasional Baluran ini memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk dikembangkan. Sangat sayang sekali jika tidak dipromosikan. Program Studi Pariwisata UPN Veteran Jawa Timur melalui pengabdian masyarakat berkomitmen untuk membantu pengembangan Desa Wisata Kebangsaan melalui skema Penerapan IPTEKS kepada Masyarakat (PIKAT) yang dilaksanakan di Desa Wonorejo, Kabupaten Situbondo.

Program pengabdian ini mengusung tema Pemanfaatan Media Sosial dan Website Sebagai Strategi Promosi untuk Peningkatan Jumlah Wisatawan di Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo. Ketua pelaksana program PIKAT, Fondina Gusriza menyatakan “melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan pengelola desa wisata bisa memaksimalkan penggunaan media sosial, karena promosi melalui media sosial gratis jika memakai biaya pun tidaklah terlalu besar. Sangat disayangkan jika teknologi yang berkembang saat ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal”.

Menanggapi pemanfaatan media sosial untuk pengembangan desa wisata, Fondina Gusriza menambahkan, "Sebagai akademisi kami sangat senang bisa membagikan ilmu pengetahuan yang terus berkembang kepada pengelola desa. Hal ini tentu harus seperti gayung bersambut, agar pengelola dan seluruh stakeholder pariwisata yang ada harus berkomitmen dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang bisa diakses terus menerus selama 24 jam agar target untuk peningkatan kunjungan wisatawan bisa tercapai” tutup Fondina.

Foto bersama stakeholder Desa Wisata Kebangsaan berserta Dosen dan Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur (dokumentasi pribadi)

Program pengabdian ini melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk sosialisasi penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. FGD ini mengundang masing-masing stakeholder yang ada di Desa Wisata Kebangsaan. Melalui FDG ini, Ketua PIKAT memberikan sosialisasi mengenai penggunaan media sosial sebagai sarana promosi dan pemanfaatan Canva. Hal ini diharapkan pengelola bisa mengetahui pentingnya promosi dan bagaimana memaksimalkan penggunaan media sosial.

Kepala Desa Wonorejo Sumarto Adi mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Pariwisata UPN "Veteran" Jawa Timur yang telah melakukan berbagai program pengabdian masyarakat di Desa Wonorejo selama lebih dari 2 tahun terakhir, "Saya sangat berterimakasih atas desikasi dari Bapak Ibu Dosen dari UPN yang sudah membantu pengembangan desa kami melalui program-program yang dilaksanakan. Program ini sangat kami butuhkan dalam mempromosikan desa kami ini bagi wisatawan”. Yusril sebagai ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menyatakan “Kami membutuhkan pelatihan-pelatihan untuk penggunaan media sosial dan website agar ada terus ada regenerasi baru. Sehingga media sosial kami terus bisa dikelola”.

Pemaparan materi dan FDG terkait pemanfaatan dan pengembangan sosial media Desa Wisata Kebangsaan (dokumentasi pribadi)

Program pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bentuk perwujudan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Keterlibatan ini disambut positif oleh mahasiswa. “Melalui kegiatan ini kami mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman di lapangan. Hal ini menjadi insight baru dan sarana baru bagi saya untuk belajar” ungkap Arva salah satu Mahasiswa yang terlibat ke lapangan.