Konten dari Pengguna

Mahasiswa UNNES membuat Modul Ajar Apresiasi Seni Rupa di SMA Kesatrian 1

GABRIELLA MAHARDHIKA

GABRIELLA MAHARDHIKA

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang/UNNES

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari GABRIELLA MAHARDHIKA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada Lantip angkatan 5 Tahun 2025 ini, Mahasiswa Universitas Negeri Semarang [UNNES], membuat kembali sebuah Modul Ajar Seni Rupa. Mahasiswa UNNES, Gabriella Hesthi Permata MaharDhika, mencoba membuat Modul Ajar Pembelajaran Apresasi Seni Rupa Kelas 11 di SMA Kesatrian 1 Semarang. Karya ini telah digunakan secara resmi oleh pihak sekolah modul ajar berbasis Deep Learning untuk kelas 11 fase F.

Modul ini dibuat sebagai rancangan pembelajaran untuk kelas 11. Model ajar yang dibuat berbasis Deep Learning ini bertujuan agar peserta didik dapat mendalami kembali dan pendekatan materi yang sudah pernah dibahas pada jejang SMP sebelumnya. Modul ini berisi materi pembelajaran, rancangan pembelajaran, soal mandiri/LKPD/Projek kelompok dan mandiri, dan penilaian.

Modul ini menerima Surat pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah SMA Kesatrian 1 Semarang, Drs. A. Budiman, M.Si, pihak sekolah menyampaikan apresiasinya dan menyatakan akan menggunakan produk tersebut dalam pembelajaran seni rupa.

Judul Buku: Modul Ajar Seni Rupa Apresiasi Seni Rupa

Gabriella Hesthi Permata MaharDhika mengaku masih ada beberapa kekurangan dalam modul ajar ini ketika membuatnya. Dia mengungkapkan membuat modul ini berdasarkan pengalaman ketika mencoba praktik mengajar di kelas 11.

Berdasarkan hasil penilaian Guru Pendamping mahasiswa, Didik Wisnaydi, S.Pd. menilai bahwa modul ini sudah ada upaya untuk mengkaitkan tujuan pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran/KBM dan materi cukup sesuai. Namun modul ini memiliki kekurangan pada bagian penilaian, alat ukur pencapaian, dan tahapan model pembelajaran. Sehingga masih dibutuhkan perbaikan untuk menyusun kembali modul ajar ini agar menjadi lebih baik.

Pengalaman kegiatan belajar mengajar saat lantip memberikan pelajaran berharga saat membuat modul ajar dan ketika mencoba mempraktekkannya dalam kelas. Dengan kekurangan dan kelebihan dalam modul ini, Gabriella Hesthi Permata MaharDhika berharap rancangan modul ajar ini tetap bisa memberi renfrensi bagi mereka yang ingin menbuat rancangan modul ajar. [Note: Modul Ajar: https://drive.google.com/file/d/1rgv8zfRxMqiFVAMywhJbXzC7F--hOtzn/view?usp=drivesdk]