Mahasiswa UNDIP Edukasi Pakan Berkualitas, Dongkrak Hasil Panen Ikan Lele

Saya mahasiswa Jurusan Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ganendra Nirwasita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kendal, 29 Juni 2025. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan pakan berkualitas untuk meningkatkan produktivitas ikan lele. Inisiatif ini diharapkan mampu membantu para pembudidaya lele lokal untuk mencapai hasil panen yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Produktivitas budidaya ikan lele di beberapa daerah masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah kualitas pakan yang kurang memadai. Pakan yang tidak berkualitas dapat menghambat pertumbuhan ikan, meningkatkan risiko penyakit, dan pada akhirnya menurunkan keuntungan pembudidaya. Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN UNDIP tergerak untuk memberikan solusi melalui edukasi.
Program yang di inisiasi oleh Ganendra Nirwasita mahasiswa Akuakultur, Fakultas perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP ini merupakan salah satu dari program kerja (PROKER) yang dijalankan pada Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kab. Kendal. Proker ini berjudul “Pemilihan Bahan Pakan Berkualitas Guna Menunjang Produksi Perikanan”.
Tim KKN-T Tim 38 datang memberikan masukan dengan adanya permasalahan tersebut, Bahan pakan yang berkualitas haruslah pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dari ikan tersebut. Kriteria pakan berkualitas antaranya Protein 33-35%. Lemak Sekitar >6%. Serat Kasar: <5%. Kadar Air Maksimal 11%. Abu maks 11% (Dara et al., 2022). Ukuran pelet sesuai bukaan mulut ikan yaitu pada minggu ke 1-4 berukuran 1mm, minggu ke 5-8 berukuran 2mm, minggu ke 9-12 berukuran 3mm. Warna pelet yang bagus yaitu cerah dan seragam. Bau pelet seharusnya khas bau ikan atau pakan, tidak tengik atau apek. Frekuensi pakan 2-3 kali sehari, Pada umur 20-30 hari ikan lele membutuhkan 20-15% pakan dari bobot tubuh/hari, ikan yang berumur 90 hari ke atas membutuhkan pakan 4-3% bobot tubuh per hari (Mata et al., 2022).
“Menurut saya, dengan memberikan edukasi mengenai pakan yang berkualitas kepada pembudidaya dapat membantu pembudidaya lele lokal mencapai panen yang lebih optimal” ujar Ganendra. Masyarakat pun menyambut baik dengan adanya proker ini.
Referensi:
Dara, R., Yudasmara, G. A., dan Martini, N. N. D. 2022. Analisa Performa Dan Efisiensi Pakan Pada Ikan Lele Sangkuriang Melalui Penambahan Probiotik. Jurnal Perikanan Unram. 12(2): 205-213.
Mata, T. C., Tangguda, S., dan Valentine, R. Y. 2022. Manajemen Pemberian Pakan pada Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) di Balai Benih Ikan (BBI) Lewa, Sumba Timur, NTT. Jurnal Megaptera, 1(1): 39-46.
