Konten dari Pengguna

Menanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini untuk Membangun Generasi yang Saling Menghormati

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ghefira dwi rachmi diany tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap individu tumbuh dengan keyakinan dan latar belakang yang berbeda-beda. Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan kita untuk belajar mengenal satu sama lain serta memahami pentingnya sikap saling menghormati. Oleh karena itu, toleransi menjadi nilai penting yang perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak terbiasa menerima dan menghargai perbedaan di sekitarnya.

Mengenalkan sikap toleransi perlu dimulai sejak usia dini karena pada masa ini mereka mulai belajar memahami lingkungan dan menjalin hubungan dengan dengan orang-orang di sekitarnya. Di lingkungan sekolah, mereka bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda. Melalui aktivitas sehari-hari, mereka dapat belajar bahwa setiap orang memiliki perbedaan, tetapi tetap bisa berteman dan bermain bersama. Dengan begitu, mereka dapat terbiasa saling menghargai dan menjaga kerukunan sejak kecil.

Proses penyampaian materi mahasiswa UBSI mengenai pentingnya toleransi beragama kepada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 2 Jakarta. (Sumber: Dokumentasi Kelompok 3).
zoom-in-whitePerbesar
Proses penyampaian materi mahasiswa UBSI mengenai pentingnya toleransi beragama kepada siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 2 Jakarta. (Sumber: Dokumentasi Kelompok 3).

Jakarta Pusat — Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema "Toleransi Beragama" di SD Muhammadiyah 2 Jakarta pada Kamis (22/10). Kegiatan yang diikuti oleh 31 siswa kelas 1 SD tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menghormati perbedaan keyakinan serta membiasakan perilaku saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaian materi, para siswa diajak memahami berbagai contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mereka dikenalkan bahwa memiliki perbedaan keyakinan bukan berarti tidak bisa berteman atau bermain bersama. Selain itu, siswa juga diberikan contoh sikap yang dapat diterapkan, seperti tidak mengganggu teman saat beribadah, tidak membeda-bedakan teman berdasarkan agamanya, serta tetap bersikap baik kepada siapa pun. Dengan cara tersebut, siswa diharapkan dapat lebih memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan hidup rukun.

Belajar Toleransi Melalui Permainan Edukatif

Siswa mengikuti permainan edukatif "Pilih Sikap" dalam pengenalan toleransi beragama. (Sumber: Dokumentasi Kelompok 3).

Agar siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, kegiatan ini juga diselingi dengan permainan edukatif yang diberi nama “Pilih Sikap”. Permainan ini dilakukan dengan membacakan beberapa contoh situasi yang pernah ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diminta mengangkat tangan apabila situasi yang dibacakan menunjukkan sikap toleransi, dan tidak mengangkat tangan apabila tindakan tersebut kurang tepat. Setelah setiap situasi dibacakan, kami memberikan penjelasan mengenai sikap yang sebaiknya dilakukan. Melalui permainan ini, siswa dapat belajar membedakan perilaku yang mencerminkan toleransi dan perilaku yang tidak sesuai dengan sikap saling menghargai.

Selama permainan berlangsung, siswa SD Muhammadiyah 2 Jakarta terlihat aktif berpartisipasi. Mereka ikut mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan yang diberikan. Melihat semangat dan keaktifan para siswa, kami merasa senang karena mereka dapat mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Suasana belajar yang menyenangkan juga membuat interaksi antara kami dan siswa terasa lebih dekat. Kegiatan kemudian ditutup dengan kuis sederhana untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Siswa yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dengan para siswa sekaligus belajar menyampaikan materi dengan cara yang sederhana dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh anak-anak. Kami juga mengapresiasi partisipasi para siswa yang telah aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, permainan, hingga kuis. Keaktifan mereka membuat proses belajar dan interaksi selama kegiatan berlangsung berjalan dengan baik.

Kami berharap para siswa dapat terus menerapkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kami juga berharap pengalaman ini dapat menjadi kenangan positif bagi para siswa sekaligus pembelajaran berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Di akhir kegiatan, kami mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama para siswa.

Foto bersama mahasiswa UBSI dan para siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 2 Jakarta. (Sumber: Dokumentasi kelompok 3).
Anggota Kelompok 3 Program Studi Psikologi Universitas Bina Sarana Informatika. (Sumber: Dokumentasi kelompok 3).