Konten dari Pengguna

Pendekatan Pengelolaan Sumber Daya Manusia Dan Pengoptimalan Kinerja Organisasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ghina Fauziyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/illustrations/ai-generated-board-meeting-8534841/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/illustrations/ai-generated-board-meeting-8534841/

Pengelolaan Sumber Daya Manusia merupakan proses yang melibatkan efktifitas dalam penciptaan individu yang memiliki keterampilan, motivasi dan juga kinerja yang sesuai dengan kebutuhan sebuah organisai/ instansi.

Kasus Tercorengnya Budaya Organisasi Dalam Sebuah Perusahaan

Dalam pengelolaan sumber daya manusia yang baik, tentunya tidak luput dari peran Budaya organisasi yang dimana dalam menjalankan perannya, aspek tersebut digunakan untuk memajukan kinerja karyawan dan mengedepankan mutu organisasi yang baik sebagai budaya organisasi yang dijalankannya. namun sangat di sayangkan, organisasi yang seharusnya menjadi naungan karyawan untuk membangun budaya organisasi yang baik, malah sebaliknya.

Sebuah kasus dari perusahaan IT asal Jerman, Perusahaan System Analyse Programmentwicklung (SAP) yang merupakan salah satu perusahaan piranti lunak ternama di dunia akhirnya membuka suara mengenai denda yang dikenakan Amerika Serikat (AS) karena melakukan suat terhadap sejumlah pejabar di Indonesia dan juga Afrika Selatan.

Perusahaan tersebut juga mengaku bahwa telah memutuskan hubungan dari semua pihak yang terlibat atas kasus tersebut dan sedang menelidiki siapa saja orang-orang yang terlibat atas kasus yang ada di dalam perusahaannya tersebut serta SAP juga siap untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan isu yang menimpa perusahaannya.

Kementrian Kehakiman AS menjatuhkan denda sebesar 220 juta US Dollar atau setara dengan 3,4 triliun rupiah kepada SAP karena terbukti menyuap pejabat pemerintah di Indonesia dan juga Afrika Selatan.

Beberapa Pejabat indonesia yang terlibat tersebar di berbagao kementrian seperti Kementrian KKP, Kemensos, Kominfo, dan sejumlah BUMN dalam Negri. terkait dengan keterlibatan indonesia dengan kasus suap tersebut, KPK mengatakan tekah Mengantongi dokumen kasus suap SAP terhadap pejabat indonesia dan KPK siap untuk berkoordinasi dengan FBI untuk mengusust kasus tersebut.

Aspek - Aspek Pendekatan Pengelolaan SDM

Dalam Kasus yang tertera di atas menyadarkan kita bahwasannya Pendekatan budaya dalam organisasi yang baik dapat menciptakan kondisi lingkungan yang baik dan menghindarkan perusahaan dari kasus yang dapat menjerat nama baiknya sendiri.

Dalam Pemahamannya, Pendekatan Pengelolaan SDM untuk mengelola dan mengoptimalkan kinerja karyawan sangat penting untuk dipelajari. selain pendekatan Budaya organisasi, Terdapat Pendekatan lain yang harus dipahami juga, diantaranya:

  1. Mechanistic Approach

Merupakan pendekatan dengan fokusnya terhadap Efisiensi dan Kontrol, dengan menggunakan konsep Influenced by managemen ilmiah theory (Frederick Taylor) yang menyatakan bahwa teori pendekatan ini bahwa karyawan sebagai sumber daya yang perlu dioptimalkan seperti mesin.

Ciri - ciri

  • Tugas dan Pekerjaan sangat terstruktur dan dibagi ke dalam fungsi-fungsi kecil

  • pekerja dilihat terutama sebagai pelaksana tugas, dengan ruang kreatifitas yang terbatas

  • fokus pada produktivits

  1. Humanistic Approach

Merupakan pendekatan dengan fokusnya terhadap kesejahteraan karyawan dan kepuasan kerja, dengan mengangkat konsep 'Start Human Relation Theory, it means employess as an individual who had necessities, motivation, and emotional'

Ciri-ciri

  • Menekankan pentingnya kepuasan kerja dan juga motivasi

  • Komunikasi dua arah antara manajer dan karyawan

  • penghargaan terhadap ide dan inisiatif karyawan

  1. System Approach

Merupakan pendekatan dengan fokusnya dalah terhadap integritas antara berbagai elemen dalam organisasinya. dengan menggunakan konsep melihat organisasi sebagai sistem yang terbuka, dimana setiap bagia saling terhubung dan mempengaruhi.

Ciri-Ciri :

  • Memperhatikan Huungan antara SDM dengan divisi-divisi lain

  • Adanya Feedback dan juga evalusasi terus-menerus untuk perbaikan sistem

  • SDM dipandang sebagai bagian intergral dari kesukesan organisasi

  1. Contigency Approach

Merupakan Pendekatan dengan fokus terhadap adaptasi dalam situasi dan kondisi tertentu dengan mengangkat konsep bahwa tidak ada satu pendekatan yang paling benar dalam pengelolaan SDM, strategi manajemen harus disesuaikan dengan kondisi organisasi, lingkungan ekstenal, dan karakteristik dari tenaga kerja

Ciri-Ciri :

  • Fleksibel dan adapif dalam menerapkan kebijakan SDM

  • Setiap situasi mungkin membutuhkan gaya manajemen yang berbeda

  • Fokus pada Pemecahan masalah kontekstual

  1. Strategic Approach

Merupakan pendekatan dengan fokusnya terhadap keterikatam antara manajemen SDM dengan tujuan strategis organisasi, dengan mengangkat konsep bahwa SDM bukan sekedar fungsi administratif, tetapi bagian dari stratego bisnis atau tujuan publik jangka panjang. SDM harus mendukung pencapaian visi dan misi organissi

Ciri-Ciri :

  • Fokus pada Pengembangan Karyawan

  • Rekruitmen pelatihan dan evaluasi keinerja

  • Melibatkan perencanaan SDM jangka panjang

  1. Competency-Based Approach

Merupakan pendekatan yang fokus nya adalah terhadap pengembangan dan pemanfaatamkompetensi indivisu untuk meningkatkan kinerja. dengan mengembangkan kosep yang memastikan bahwa karyawan memiliki kompetensi yang tepat dan memadai untuk mencapai tujuan organisasi

Ciri-Ciri :

  • Fokus pada identifikasi dan pengembangan kompetensi

  • Fokus pada Rekruitmen dan Promosi

  1. Cultural Approach

Merupakan pendekatan yang fokus pada pembangunan budaya organisasi yang mendukung kinerja dan perilaku positif. dengan mengembangkan konsep bahwa karyawan dipandang sebagai bagian dari komunitas organisasi dan budaya yang kuat juga positif dapat mempengaruhi motivasi serta perilaku merka

Ciri-ciri :

  • Mendorong nilai kolaborasi, inovasi, dan integritas

  • Membentuk lingkungan budaya yang positif

  • Mengedepankan Norma