Konten dari Pengguna

Pimpin Aksi Solidaritas George Floyd, Jaylen Brown dan Enes Kanter Tuai Pujian

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Gosip Atlet tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dua penggawa Boston Celtics, Jaylen Brown dan Enes Kanter, menuai pujian setelah terlibat langsung di aksi protes 'Black Lives Matter'. Keduanya dianggap sebagai panutan dalam usaha publik Amerika Serikat menuntut keadilan atas tewasnya seorang warga kulit hitam, George Floyd.

Brown rela menempuh 15 jam perjalanan ke tempat asalnya di negara bagian Georgia. Pada akhir Mei 2020, ia sudah terlihat memimpin aksi damai dengan mengenakan topi Celtics dan memegang megafon.

instagram embed

Sementara Kanter bergabung dengan para demonstran di Gedung Pemerintahan Negara Bagian Massachusetts. Pemain asal Turki ini mengenakan jersi basket dengan nomor 11, sesuai nomor punggungnya di Celtics.

Ketika dikonfirmasi NBC, Kanter berkata mantap, "Perubahan tidak bisa menunggu."

instagram embed

Kedua andalan Celtics ini adalah contoh nyata para figur publik yang menggunakan reputasi dan popularitas mereka dalam memerangi ketidakadilan rasial dengan cara yang damai dan positif.

Hebatnya lagi, keduanya mendapat dukungan penuh dari manajemen Celtics. Dua rekan setim mereka, Marcus Smart dan Vincent Poirier ikut bergabung dengan para demonstran di kota Boston pada 31 Mei 2020.

sumber: Instagram @eneskanter

Pihak Celtics juga mengeluarkan pernyataan resmi, "Kami mendukung para pemain, karyawan, mitra, dan semua penggemar kami dalam berkomitmen untuk memperjuangkan perubahan yang kita butuhkan."

Secara organisasi, Celtics memang disegani bukan hanya untuk prestasi mereka di lapangan. Klub basket kebanggaan negara bagian Massachusetts ini menjadi yang terdepan dalam menyuarakan isu-isu sosial.

instagram embed

Pelatih Celtics, Brad Stevens, pernah menjelaskan prinsip tim mereka pada tahun 2017 lalu. Pada saat itu, para pemainnya dihujani pertanyaan tentang aksi protes figur american football, Colin Kaepernick, ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dimainkan.

"Kami sepakat untuk menjadi tim yang menggunakan kebersamaan kami dengan cara yang positif," kata Stevens. "Tujuan kami adalah menyampaikan pesan-pesan sosial yang menyuarakan perubahan."

instagram embed