Konten dari Pengguna

Mahasiswa HI UMM Hasilkan Produk Arang Briket Dari Pembakaran Smokless Barrel

Hadiansyah Julianto

Hadiansyah Julianto

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hadiansyah Julianto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Pengurus TPST3R Watugede Singosari
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Pengurus TPST3R Watugede Singosari

Malang - Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama pengurus TPST3R Watugede Singosari Malang mengembangkan inovasi alat cetak arang briket sebagai output praktikum dari mata kuliah Politik Lingkungan. Mata Kuliah ini merupakan lanjutan dari mata kuliah Gerakan Sosial Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang, alat cetak briket merupakan inovasi lanjutan dari pengembangan alat bakar sampah yang ramah lingkungan yaitu Smokless Barrel yang dikembangkan oleh teman teman mahasiswa HI UMM di TPST3R Watugede sebagai alat pembakaran yang ramah lingkungan karena menghasilkan asap yang lebih sedikit daripada pembakaran secara konvensional.

Produk Smokless Barrel Sebagai Output Praktikum Matkul Gerakan Sosial.
zoom-in-whitePerbesar
Produk Smokless Barrel Sebagai Output Praktikum Matkul Gerakan Sosial.

Dalam mata kuliah Politik Lingkungan ini mahasiswa HI UMM mengembangkan alat cetak briket sebagai lanjutan pengolahan limbah pembakaran Smokless Barrel yang berupa arang untuk diolah kembali menjadi produk arang briket yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

Produk arang briket.

Arang Briket merupakan produk yang sedang hangat dibicarakan karena manfaat dan kelebihannya sebagai alat bakar alternatif, alat memasak bahkan sebagai bahan bakar shisha atau rokok arab. Briket memiliki berbagai keunggulan sebagai alat bakar alternatif antara lain: ramah lingkungan karena bahan yang digunakan adalah limbah dari hasil pertanian maupun rumah tangga seperti batok kelapa, kayu yang sudah tidak digunakan serbuk gergaji dan sejenisnya, serta pembakaran yang efisien karena jumlah energi yang dihasilkan lebih besar daripada pembakaran menggunakan arang biasa atau kayu yang langsung dibakar. Karena keunggulan tersebut maka mahasiswa HI UMM mencoba membuat alat cetak briket agar menghasilkan sebuah produk yang berasal dari sisa pembakaran Smokless Barrel untuk diolah menjadi arang briket yang lebih bermanfaat.

Proses pengerjaan alat cetak briket

Proses pengerjaan alat cetak briket membutuhkan beberapa komponen seperti besi sebagai rangka, dinamo penggerak sebagai sumber energi utama serta alat giling daging ukuran 12 yang dimodifikasi agar sesuai dengan pulley lalu disambungkan dengan belt agar energi dari dinamo dapat menggerakan mesin giling daging, gerakan tersebut yang akan menghancurkan arang bekas pembakaran menjadi bubuk halus yang dapat diolah menjadi adonan briket.

Alat cetak briket

Setelah melewati proses penghalusan, bubuk arang dicampurkan dengan tepung tapioka dan air dengan perbandingan 10:1:1-5 agar menghasilkan adonan yang sesuai dan dapat dicetak dengan mudah dalam alat cetak briket.

Proses penimbangan bahan adonan : Tepung tapioka, Bubuk Arang dan Air

Setelah adonan dimasukan dan tercetak, briket dipotong agar tidak terlalu panjang dan berbentuk kotak lalu dapat dijemur 4-7 hari sesuai dengan cuaca dan dapat di oven untuk mengurangi kadar air sehingga dapat digunakan menjadi alat bakar alternatif bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dari arang biasa.

Dengan adanya projek dan alat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi serta dorongan bagi kami, pengurus TPS dan masyarakat sekitar untuk lebih inovatif dalam mengolah limbah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi serta berdampak langsung bagi lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.