Konten dari Pengguna

Dari Kulit Jagung Jadi Buket Bunga, KKN UNNES GIAT 17 Kenalkan Kerajinan Kreatif kepada PKK Wonosari

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari GIAT 17 Wonosari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SEKAR JAGUNG oleh Mahasiswa KKN GIAT 17 UNNES bersama anggota PKK Desa Wonosari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
SEKAR JAGUNG oleh Mahasiswa KKN GIAT 17 UNNES bersama anggota PKK Desa Wonosari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Limbah dari hasil produksi perkebunan tidak selalu harus berakhir sebagai bahan yang tidak terpakai. Bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat memiliki kegunaan lain, yaitu sebagai bahan kerajinan. Salah satunya adalah melalui pemanfaatan kulit jagung menjadi bunga hias yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN UNNES GIAT 17 Desa Wonosari melalui program SEKAR JAGUNG bersama anggota PKK Desa Wonosari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Balai Desa Wonosari. Sebanyak 15 anggota PKK mengikuti pelatihan yang menggabungkan penyampaian materi dengan praktik pembuatan kerajinan.

Peserta tidak hanya diperkenalkan pada pemanfaatan kulit jagung, tetapi juga turut dilibatkan dalam mengolahnya menjadi bunga hias hingga merangkainya menjadi buket.

Program yang diberi nama SEKAR JAGUNG atau Seni Kreasi Alam dari Residu Jagung ini berangkat dari gagasan memanfaatkan kulit jagung sebagai bahan kerajinan. Kulit jagung yang tidak lagi digunakan dapat dicoba untuk diolah menjadi bentuk dekoratif, sehingga pemanfaatannya tidak terbatas pada penggunaan sebelumnya.

Dari praktik yang dilakukan, para peserta berhasil membuat bunga dan buket berbahan kulit jagung. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit jagung dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk membuat kerajinan dekoratif. Bentuk dan susunan buket juga dapat dikembangkan sesuai kreativitas pembuatnya.

Pemanfaatan kulit jagung menjadi kerajinan turut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Salah satu fokus tujuan tersebut adalah mengurangi timbulan limbah melalui pencegahan, pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang.

Dalam kegiatan SEKAR JAGUNG, prinsip pemanfaatan kembali diperkenalkan melalui praktik mengolah kulit jagung menjadi produk kerajinan.