Konten dari Pengguna

Resensi Film Stand By Me Doraemon (2014)

Hanifa Fika

Hanifa Fika

Mahasiswa FISIP UNS

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hanifa Fika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Judul : Stand By Me Doraemon

Sutradara : Takashi Yamazaki

Karya : Fujiko Fujio

Studio : Fujiko Movie Studio

Distributor : Walt Disney Internasional Japan

Tahun Liris : 8 Agustus 2014

Genre : Drama, Romansa, Komedi

Pemain Utama : Doraemon, Nobita, Shizuka, Big G (Takeshi), Jaiko, Suneo, Soby, Dekisugi

Cerita bermula ketika Sewashi, cicit Nobita dari masa depan, datang ke masa lalu bersama Doraemon untuk menemui Nobita yang masih duduk di bangku sekolah. Sewashi menceritakan bahwa di masa depan Nobita akan menikah dengan Jaiko, adik Takeshi, serta mengalami berbagai kesulitan yang membuat kehidupannya menjadi tidak bahagia. Oleh karena itu, Sewashi dan Doraemon datang ke masa lalu dengan tujuan membantu Nobita memperbaiki kehidupannya agar masa depannya tidak mengalami kesulitan dan kemiskinan.

Mendengar hal tersebut, Nobita merasa terkejut dan takut akan masa depannya. Sewashi kemudian meminta Doraemon, robot kucing dari abad ke-22, untuk membantu Nobita. Awalnya, Doraemon menolak dan tidak ingin terlibat dalam permasalahan tersebut. Namun, Sewashi mengaktifkan program khusus pada Doraemon yang mengharuskannya untuk membuat Nobita bahagia. Program tersebut juga membuat Doraemon tidak dapat kembali ke abad ke-22 sebelum berhasil memenuhi tugasnya. Sejak saat itu, Doraemon mulai tinggal bersama Nobita dan mendampinginya dalam menghadapi berbagai permasalahan.

Netflix

Stand by Me Doraemon merupakan film animasi yang mengangkat kembali kisah Doraemon dengan penyajian yang lebih emosional. Film ini menggabungkan beberapa cerita yang sebelumnya sudah dikenal melalui serial Doraemon, kemudian menyusunnya menjadi sebuah alur yang saling berkaitan. Penggabungan tersebut membuat cerita terasa lebih utuh dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi penonton yang sudah mengenal Doraemon sejak kecil.

Salah satu hal yang menarik dari film ini bagi saya adalah perkembangan karakter Nobita. Pada awal cerita, Nobita digambarkan sebagai anak yang pemalas, mudah menyerah, dan sering bergantung pada Doraemon ketika menghadapi masalah. Namun, seiring berjalannya cerita, Nobita perlahan belajar untuk menghadapi masalahnya sendiri. Perubahan karakter tersebut menjadi salah satu kekuatan film karena menunjukkan bahwa seseorang dapat berkembang ketika memiliki alasan untuk memperbaiki dirinya.

Hubungan persahabatan antara Nobita dan Doraemon juga menjadi bagian penting dalam cerita. Pada awalnya, Doraemon hanya menjalankan tugas untuk membantu Nobita agar masa depannya berubah. Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan yang kuat. Kedekatan keduanya menjadi salah satu bagian paling emosional dalam film, terutama ketika muncul kemungkinan bahwa Doraemon harus kembali ke abad ke-22.

Selain persahabatan, hubungan Nobita dan Shizuka juga menjadi bagian dari perkembangan cerita. Perasaan Nobita terhadap Shizuka mendorongnya untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Film ini menunjukkan bahwa keinginan untuk berubah tidak hanya muncul karena bantuan orang lain, tetapi juga karena adanya kepedulian dan perasaan terhadap orang-orang yang berarti dalam kehidupan seseorang.

Dari segi visual, penggunaan animasi tiga dimensi menjadi salah satu kelebihan film ini. Karakter-karakter yang sudah dikenal tetap mempertahankan ciri khasnya, tetapi ditampilkan dengan detail dan ekspresi yang lebih beragam. Visual tersebut juga membuat beberapa adegan terasa lebih hidup, terutama pada bagian-bagian yang menampilkan emosi para tokohnya. Musik dan pengaturan suasana turut mendukung adegan-adegan emosional sehingga pesan yang disampaikan dapat dirasakan dengan lebih mendalam.

Meskipun demikian, film ini juga memiliki beberapa kekurangan. Penggabungan beberapa cerita Doraemon yang sudah dikenal membuat sebagian alurnya terasa seperti kumpulan cerita yang disatukan. Bagi penonton yang sudah sering mengikuti serial Doraemon, beberapa kejadian dalam film juga dapat terasa cukup mudah ditebak. Selain itu, perkembangan hubungan Nobita dan Shizuka berlangsung relatif cepat sehingga beberapa bagian terasa kurang mendalam. Durasi film yang terbatas juga membuat tidak semua perkembangan karakter dapat dijelaskan secara lebih terperinci.

Menurut saya, Stand by Me Doraemon merupakan film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu memberikan kesan emosional kepada penontonnya. Hal yang paling menarik bagi saya adalah perkembangan karakter Nobita yang perlahan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Pada awalnya, Nobita sangat bergantung pada Doraemon untuk menghadapi berbagai masalah. Namun, ketika menyadari bahwa ia ingin memiliki masa depan bersama Shizuka, Nobita mulai berusaha berubah dan menghadapi masalahnya sendiri, bahkan ketika Doraemon tidak berada di sisinya.

Bagi saya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa keinginan Nobita untuk menjadi lebih baik akhirnya muncul dari dalam dirinya sendiri. Doraemon memang membantu Nobita dalam banyak hal, tetapi pada akhirnya Nobita harus belajar berdiri sendiri dan berusaha menjadi seseorang yang pantas untuk Shizuka. Hal tersebut juga membuat hubungan persahabatan Nobita dan Doraemon terasa semakin berarti karena Doraemon bukan hanya membantu Nobita menyelesaikan masalah, tetapi juga menjadi bagian dari proses Nobita untuk tumbuh dan berubah.

Meskipun terdapat beberapa bagian cerita yang cukup mudah ditebak dan perkembangan beberapa hubungan antartokoh terasa singkat, hal tersebut tidak mengurangi kesan saya terhadap film ini. Secara keseluruhan, Stand by Me Doraemon berhasil mengemas cerita yang sudah familiar menjadi kisah yang lebih emosional dan bermakna. Bagi saya, film ini tidak hanya berbicara tentang Doraemon yang membantu Nobita, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat belajar berubah dan menjadi lebih baik demi orang yang disayanginya.