Meneliti Pariwisata, Mengubah Dunia: Perspektif Wageningen

Mahasiswa program studi S1 Pariwisata, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hanum Zatza Istiqomah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pariwisata kerap diposisikan sebagai urusan manajemen hotel dan strategi pemasaran destinasi. Namun berbeda, di Wageningen University & Research (WUR), Belanda, pariwisata dipahami sebagai suatu fenomena sosial dan ekologis yang krusial. Melalui program Joint Bachelor of Science (BSc) in Tourism, mahasiswa diajak untuk menyelami bagaimana pariwisata mencapai aspek keberlanjutannya.
Fokus riset WUR adalah mendalami dampak dan keberlanjutan pada aspek pariwisata dengan pendekatan yang bersifat kritis dan humanis seperti:
1. Pariwisata dan Perubahan Iklim: Berfokus pada analisis jejak karbon akibat mobilitas global, tata kelola destinasi terhadap adaptasi perubahan iklim, dan keberlanjutan pariwisata pada aspek lain seperti ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
2. Manajemen dan Keadilan Sosial: Riset menyoroti dampak pariwisata terhadap taraf hidup masyarakat lokal hingga fenomena krusial lainnya seperti subordinasi pada kelompok rentan.
3. Kualitas Hidup Manusia: Pariwisata sebagai sektor penting yang menjadi subjek evaluasi dari perspektif kesejahteraan sosial, bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak mengabaikan martabat manusia dan kelestarian budaya lokal.
Pendidikan di Wageningen mendorong mahasiswa agar tidak hanya “sekedar” operator pasif tetap juga menjadi peneliti aktif. Lulusan Wageningen dirancang memiliki ketajaman intelektual untuk merancang masa depan pariwisata agar lebih bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan misi kurikulum:
“In the Bachelor's degree in Tourism, you don't learn how to organize trips or holidays, but how to research and develop tourism with an eye for people, nature, and society.”
Source: Website WUR: https://www.wur.nl/en
