Investasi Dimulai dari Ruang Kelas

Saya adalah mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Helmy Hartanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengelola keuangan, termasuk dalam berinvestasi. Saat ini, investasi tidak lagi identik dengan kalangan tertentu karena berbagai aplikasi digital telah mempermudah akses masyarakat untuk mulai berinvestasi. Melihat pentingnya pemahaman tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PMKM) di SMK Letris Indonesia 1 pada 27 April 2026 dengan mengangkat tema literasi keuangan dan investasi digital bagi siswa jurusan Akuntansi.
Kegiatan ini diikuti oleh 23 siswa yang antusias untuk mempelajari dunia investasi. Melalui kegiatan ini, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar investasi, pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, serta berbagai jenis instrumen investasi yang dapat menjadi pilihan di masa depan. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami oleh para siswa.
Selain mendapatkan edukasi mengenai investasi, peserta juga diajak mengenal perkembangan investasi digital yang semakin populer di kalangan generasi muda. Berbagai instrumen investasi diperkenalkan, mulai dari saham hingga produk investasi lainnya, beserta manfaat dan risiko yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak pada investasi yang tidak jelas legalitasnya.
Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi investasi menggunakan aplikasi sekuritas digital seperti Stockbit. Pada sesi ini, siswa diajak mengenal fitur-fitur dasar aplikasi serta memahami langkah awal yang perlu dilakukan sebelum berinvestasi. Simulasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses investasi di era digital sehingga peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik secara langsung.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keterlibatan aktif mereka dalam sesi simulasi. Ketertarikan yang besar terutama ditunjukkan oleh siswa laki-laki yang tampak sangat bersemangat saat mencoba memahami mekanisme investasi melalui aplikasi digital. Suasana kelas menjadi lebih hidup karena adanya interaksi yang aktif antara pemateri dan peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya literasi keuangan dan investasi sejak usia muda. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi bekal dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak di masa depan. Dengan semakin meningkatnya literasi keuangan di kalangan generasi muda, diharapkan lahir generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif.
