Ciri-Ciri Busi Motor Harus Diganti agar Performa Mesin Tetap Stabil
Peminat otomotif yang hobi menulis dan traveling.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendra Mahesa Wardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri busi motor harus diganti sering kali muncul tanpa disadari, padahal gejalanya bisa berdampak langsung pada performa mesin.
Komponen kecil ini memiliki peran besar dalam proses pembakaran bahan bakar agar kendaraan dapat berjalan dengan lancar. Mengabaikan tanda-tanda keausan busi bisa menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada bagian mesin lainnya.
Ciri-ciri Busi Motor Harus Diganti
Ciri-ciri busi motor harus diganti dapat dikenali dari beberapa perubahan yang terjadi pada performa kendaraan, terutama saat akselerasi maupun saat mesin dalam kondisi diam.
Gejala ini akan semakin terasa seiring bertambahnya usia pakai busi dan akumulasi kerak di permukaan elektroda.
Mengutip laman rickandraysautoplaza.com dan landroversanjose.com, berikut adalah beberapa kondisi umum yang menandakan busi motor sudah tidak layak digunakan dan sebaiknya segera diganti untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
1. Motor Sulit Dihidupkan di Pagi Hari atau Saat Mesin Dingin
Ketika busi mulai aus atau sudah tidak mampu menghasilkan percikan api yang optimal, proses menyalakan mesin menjadi jauh lebih sulit. Terutama saat suhu udara dingin, bahan bakar membutuhkan percikan yang cukup kuat untuk menyala.
Jika busi lemah, proses starter akan terasa berat, bahkan bisa membutuhkan beberapa kali percobaan untuk berhasil. Kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai masalah aki, padahal busi menjadi penyebab utama.
2. Terjadi Getaran atau Suara Kasar Saat Mesin Idle
Ciri lain dari busi yang sudah tidak layak pakai adalah munculnya getaran tidak wajar saat mesin dalam kondisi idle atau diam. Suara kasar dari mesin bisa menjadi pertanda bahwa satu atau lebih busi tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Mesin jadi tidak stabil karena pembakaran tidak berlangsung secara merata di semua silinder. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa merusak komponen lain seperti knalpot dan sensor emisi.
3. Penurunan Akselerasi dan Tenaga Mesin
Motor yang biasanya responsif bisa tiba-tiba terasa lemah saat gas ditarik jika busi sudah mulai rusak. Percikan api yang dihasilkan tidak cukup kuat untuk membakar bahan bakar secara efisien.
Akibatnya, tenaga yang dihasilkan mesin menjadi kurang maksimal, terutama saat melintasi tanjakan atau saat membutuhkan akselerasi cepat.
Kondisi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan, tetapi juga bisa membahayakan di situasi tertentu seperti menyalip kendaraan.
4. Konsumsi Bahan Bakar Meningkat Tajam
Salah satu ciri-ciri busi motor harus diganti yang sering diabaikan adalah meningkatnya konsumsi bahan bakar secara drastis.
Saat pembakaran tidak sempurna karena busi lemah, mesin akan menggunakan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Gejala ini biasanya muncul bersamaan dengan performa mesin yang menurun. Jika terus diabaikan, biaya operasional kendaraan menjadi lebih tinggi dari biasanya.
5. Lampu Indikator “Check Engine” Menyala
Pada motor yang dilengkapi sistem ECU, busi yang tidak berfungsi dengan baik akan memicu sistem peringatan pada panel instrumen.
Lampu indikator "Check Engine" menyala sebagai respons terhadap ketidakseimbangan dalam sistem pembakaran. Sistem ECU membaca adanya misfire atau pembakaran tidak sempurna pada salah satu silinder.
Meskipun tidak selalu menjadi tanda kerusakan berat, kondisi ini perlu segera diperiksa sebelum berdampak lebih luas.
Secara keseluruhan, ciri-ciri busi motor harus diganti tidak boleh diabaikan karena bisa menyebabkan kerusakan serius pada komponen mesin lainnya.
Mengganti busi secara berkala adalah langkah sederhana namun penting untuk menjaga performa motor tetap optimal. (Khoirul)
Baca Juga: 6 Penyebab Rem Cakram Depan Seret dan Cara Mengatasinya