Konten dari Pengguna

Aku PAPEDIK, Berani Beda, Asik Berkawan, Teguh Beriman

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Heribertus Erwin Dwi P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banner Pertemuan Papedik Sesi 2 Paroki Karawaci. Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Banner Pertemuan Papedik Sesi 2 Paroki Karawaci. Sumber: Dokumen Pribadi

Menjadi bagian dari kelompok minoritas di lingkungan sekolah umum atau negeri sering kali menghadirkan dinamika tersendiri bagi remaja Katolik. Rasa canggung, ragu untuk mengekspresikan iman, hingga krisis identitas tak jarang menjadi tantangan harian yang harus mereka hadapi.

Namun, tawa, keceriaan, dan rasa bangga memuncak pada Minggu, 18 Oktober 2026. Bertempat di Aula Stasi Santo Petrus Pasar Kemis (ASG Pasar Kemis), sebanyak 60 siswa jenjang SMP, SMA, dan SMK bersama 11 guru pendamping PERSINK Paroki Karawaci berkumpul dalam Kegiatan Pertemuan PAPEDIK (Paguyuban Peserta Didik) Sesi 2 Paroki Karawaci, Gereja Santo Agustinus. Kegiatan ini merupakan program kerjasama Seksi Pendidikan dan Subseksi Persink Paroki Karawaci.

PAPEDIK merupakan wadah pendampingan khusus bagi anak-anak Katolik yang mengenyam pendidikan di sekolah non-Katolik atau sekolah negeri. Melalui Persink, mereka mendapatkan pembinaan iman Katolik agar tetap berakar kuat meski berada di lingkungan yang sangat beragam.

Pesan Penuh Daya dari Sang Gembala

Acara dibuka secara resmi oleh Pastor Bonifasius Haryo Wicaksono, OSC. Dalam sapaan dan arahannya, beliau menyampaikan pesan kunci yang begitu membakar semangat para remaja:

"Saya Katolik, Tetap Katolik Selamanya."

Pesan afirmatif ini menjadi pijakan utama sepanjang kegiatan. Pastor Boni menguatkan para siswa bahwa di mana pun mereka bersekolah, identitas kekatolikan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan rahmat dan perutusan khusus yang patut disyukuri dan dijaga sampai kapan pun.

Pastor Boni membuka kegiatan pertemuan Papedik Sesi 2. Sumber: Dokumen Pribadi

"Aku PAPEDIK: Berani Beda, Asik Berkawan, Teguh Beriman"

Mengangkat tema utama "Aku PAPEDIK: Berani Beda, Asik Berkawan, Teguh Beriman", perjumpaan Sesi 2 ini menghadirkan narasumber Bapak Vincensius Septa Karunia, M.Fil., seorang guru dari SMA Strada St. Thomas Aquino. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, segar, dan sangat relevan dengan dunia remaja, beliau berhasil menyampaikan pesan-pesan reflektif secara ciamik dan membakar antusiasme peserta.

Melalui pendampingan tersebut, tema besar kegiatan diterjemahkan ke dalam tiga sikap hidup utama:

• Berani Beda: Mendorong siswa untuk bangga akan identitas kekatolikannya dan tidak ragu membawa nilai-nilai kebaikan di lingkungan sekolah umum.

• Asik Berkawan: Membekali siswa dengan keterampilan sosial yang fleksibel, bersahabat, toleran, dan inklusif kepada siapa saja tanpa kehilangan jati diri.

• Teguh Beriman: Membangun akar spiritualitas yang kokoh agar para remaja tidak mudah terbawa arus negatif di era modern.

Narasumber sedang menyampaikan materi kegiatan kepada peserta. Sumber: Dokumen Pribadi

Merawat 4 Pilar Pembinaan Remaja

Seluruh rangkaian dinamika kegiatan dirancang secara khusus untuk mencapai empat tujuan strategis:

1. Penumbuhan Rasa Bangga: Membantu peserta menyadari bahwa menjadi murid Katolik di sekolah umum/negeri adalah sebuah perutusan khusus yang bernilai dan membanggakan, bukan alasan untuk merasa minder.

2. Penguatan Identitas & Karakter: Membekali peserta agar berani menunjukkan identitas iman melalui keteladanan sikap, etika yang santun, dan prestasi nyata di sekolah masing-masing.

3. Pengembangan Jejaring Persaudaraan: Membangun ikatan komunitas yang erat, saling mendukung, dan menyenangkan di antara sesama remaja PAPEDIK lintas jenjang (SMP, SMA, dan SMK).

4. Penanaman Sikap Inklusif: Mendorong remaja untuk menjadi agen perdamaian dan toleransi yang "asik" diajak berteman oleh siapa saja di lingkungan sekolahnya.

Siap menjadi Garam dan Terang di lingkungan sekolah masing-masing. Sumber: Dokumen Pribadi

Berani Menjadi Garam dan Terang

Kegiatan yang didampingi oleh 11 guru PERSINK Paroki Karawaci ini berhasil membuktikan bahwa pembinaan iman anak muda dapat dikemas secara menyenangkan tanpa kehilangan kedalaman maknanya. Para remaja diajak memahami bahwa toleransi sejati tumbuh dari rasa percaya diri yang sehat. Ketika seorang remaja paham dan bangga akan imannya, ia tidak akan canggung merangkul perbedaan, melainkan justru menjadi sahabat yang hangat bagi semua orang.

Saat acara berakhir di Minggu sore itu, para peserta melangkah keluar dari Aula Serba Guna Stasi Santo Petrus Pasar Kemis dengan senyum lebar dan dada yang tegap.

Keesokan harinya, ketika mereka kembali melangkah ke ruang-ruang kelas di sekolah negeri dan sekolah umum mereka masing-masing, mereka memegang teguh satu janji di dalam hati: mereka adalah generasi muda PAPEDIK yang berani beda, asik berkawan, teguh beriman, dan bangga menjadi Katolik selamanya.