Konten dari Pengguna

Peran Bank Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Generasi Muda

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari hafidz nur azizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda dalam mengelola keuangan. Menabung, melakukan pembayaran, membeli kebutuhan, hingga melakukan investasi kini dapat dilakukan hanya melalui smartphone. Di tengah perubahan tersebut, perbankan syariah memiliki peluang besar untuk ikut mendorong generasi muda agar tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami cara menggunakannya secara bijak dan sesuai dengan prinsip syariah.

Deskripsi foto: Penggunaan layanan keuangan digital semakin dekat dengan kehidupan generasi muda melalui smartphone. Foto : Vitaly Gariev-Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Deskripsi foto: Penggunaan layanan keuangan digital semakin dekat dengan kehidupan generasi muda melalui smartphone. Foto : Vitaly Gariev-Unsplash.

Generasi muda merupakan kelompok yang strategis dalam perkembangan industri keuangan. Mereka relatif dekat dengan teknologi digital dan memiliki kebutuhan keuangan yang semakin beragam, mulai dari tabungan, pembayaran digital, pembiayaan pendidikan, modal usaha, hingga investasi. Karena itu, keberadaan layanan keuangan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka menjadi semakin penting.

Namun, tantangannya bukan hanya mengenai akses. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah masih perlu ditingkatkan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK bersama BPS, indeks literasi keuangan syariah Indonesia tercatat sebesar 43,07 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan syariah berada pada angka 13,24 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat jarak antara pengetahuan masyarakat mengenai keuangan syariah dengan penggunaan produk dan layanan keuangan syariah.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi bank syariah. Bank syariah tidak cukup hanya menawarkan produk, tetapi juga perlu berperan dalam memberikan edukasi dan membangun pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda.

Bank Syariah dan Kemudahan Akses Keuangan

Salah satu peran utama bank syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan adalah menyediakan akses terhadap layanan keuangan yang mudah digunakan. Perkembangan mobile banking dan layanan digital memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Bagi generasi muda yang terbiasa menggunakan teknologi, kemudahan tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri. Pembukaan rekening, transfer, pembayaran tagihan, hingga pengelolaan tabungan dapat dilakukan melalui layanan digital.

Namun, digitalisasi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai sarana untuk mempercepat transaksi. Bank syariah juga perlu memanfaatkannya sebagai media edukasi. Misalnya, aplikasi perbankan dapat dilengkapi dengan informasi sederhana mengenai akad, perbedaan produk syariah dan konvensional, cara mengatur keuangan, serta risiko dari setiap produk yang digunakan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga menjadi pengguna yang memahami manfaat dan konsekuensi dari keputusan keuangannya.

Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah

Rendahnya inklusi keuangan syariah tidak dapat dilepaskan dari persoalan literasi. Seseorang mungkin sudah mengetahui keberadaan bank syariah, tetapi belum tentu memahami bagaimana prinsip syariah diterapkan dalam produk perbankan.

Padahal, pemahaman tersebut penting agar masyarakat dapat menentukan produk sesuai dengan kebutuhannya. Generasi muda perlu memahami konsep seperti akad murabahah, mudharabah, wadiah, maupun ijarah dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

OJK sendiri menekankan pentingnya generasi muda dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Generasi muda tidak hanya dipandang sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pihak yang dapat menjadi agen edukasi, sumber inovasi, dan penggerak perkembangan ekosistem keuangan syariah.

Karena itu, edukasi keuangan syariah sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui seminar formal. Bank syariah dapat menggunakan media sosial, konten video pendek, podcast, webinar, komunitas mahasiswa, hingga kolaborasi dengan kampus untuk menyampaikan edukasi yang lebih relevan dengan karakter generasi muda.

Produk yang Sesuai dengan Kebutuhan Generasi Muda

Peran berikutnya adalah menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Tidak semua anak muda memiliki kebutuhan keuangan yang sama. Mahasiswa, pekerja baru, dan pelaku usaha muda memiliki kondisi dan tujuan finansial yang berbeda.

Bank syariah dapat mengembangkan produk yang mendukung kebutuhan tersebut, seperti tabungan pelajar dan mahasiswa, layanan pembayaran digital, pembiayaan pendidikan, pembiayaan usaha mikro, serta produk investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.

Pendekatan ini penting karena inklusi keuangan bukan hanya tentang memiliki rekening. Inklusi keuangan juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan menggunakan produk serta layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Peluang Besar di Era Digital

Perkembangan ekonomi digital memberikan peluang bagi bank syariah untuk menjangkau generasi muda secara lebih luas. Generasi muda yang aktif menggunakan media sosial dapat menjadi target edukasi sekaligus mitra dalam memperkenalkan keuangan syariah kepada masyarakat.

Bank syariah juga dapat berkolaborasi dengan mahasiswa, komunitas, kreator konten, dan pelaku usaha muda untuk membuat kampanye literasi keuangan yang lebih kreatif. Materi tentang keuangan syariah tidak harus selalu disampaikan dengan istilah yang rumit. Justru, penggunaan bahasa yang sederhana dapat membuat konsep keuangan syariah lebih mudah dipahami.

Bank Indonesia juga menempatkan peningkatan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah Indonesia.

Bukan Sekadar Menambah Nasabah

Pada akhirnya, keberhasilan bank syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan generasi muda tidak seharusnya hanya diukur dari bertambahnya jumlah rekening atau pengguna aplikasi.

Hal yang lebih penting adalah apakah generasi muda benar-benar memahami produk yang mereka gunakan, mampu mengelola keuangan dengan baik, dan dapat mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.

Bank syariah memiliki kesempatan besar untuk membangun hubungan tersebut. Dengan menggabungkan teknologi, edukasi, inovasi produk, dan pendekatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, bank syariah dapat menjadi lebih dari sekadar tempat menyimpan uang.

Generasi muda adalah bagian penting dari masa depan industri keuangan syariah. Ketika akses keuangan diikuti dengan literasi yang baik, maka inklusi keuangan tidak hanya menghasilkan lebih banyak pengguna layanan keuangan, tetapi juga membentuk masyarakat yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.

Karena itu, meningkatkan inklusi keuangan generasi muda bukan hanya tugas bank syariah. Dibutuhkan kolaborasi antara perbankan, pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan generasi muda itu sendiri agar ekosistem keuangan syariah dapat berkembang secara inklusif dan berkelanjutan.